Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LDKS Smamita 2026 Tanamkan Kepemimpinan dan Budaya Respect

Iklan Landscape Smamda
LDKS Smamita 2026 Tanamkan Kepemimpinan dan Budaya Respect
Peserta LDKS 2026 Smamita tetap bersemangat dan antusias di bawah terik sinar matahari. Foto: Satrio/PWMU.CO
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) kembali menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 2026. Sebanyak 192 siswa mengikuti kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, membangun karakter, sekaligus membekali peserta menghadapi berbagai tantangan kehidupan remaja masa kini.

Peserta LDKS merupakan seluruh siswa kelas X. Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, dimulai di lingkungan Smamita pada Senin (24/8/2026), kemudian dilanjutkan di Vila Cemara, Pacet, Mojokerto, pada Rabu-Kamis (26-27/8/2026).

Mengusung tema “Igniting Spirit and Empowering Action”, LDKS tahun ini tidak hanya berfokus pada teori kepemimpinan. Para peserta didorong untuk membangkitkan semangat, berani mengambil peran, serta menerjemahkan nilai-nilai kepemimpinan dalam aksi nyata, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Bekal Menghadapi Tantangan Remaja

Materi LDKS disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan problematika yang dihadapi remaja saat ini. Salah satu perhatian utama adalah penguatan adab dan etika, khususnya dalam menghormati guru serta membangun komunikasi yang sehat dan bijak di ruang digital.

Staf Kesiswaan Smamita Mohammad Faizun Surya Rafli, S.Pd., mengatakan pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa.

“Materi ini kami berikan untuk memperkuat karakter siswa, terutama dalam menghormati guru serta bijak di media sosial. Ini menjadi langkah kami untuk membantu siswa menghadapi tantangan etika saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, LDKS diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau kegiatan formalitas. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki diri.

SMPM 5 Pucang SBY

“Harapannya, dengan adanya LDKS ini, anak-anak bisa mengatasi permasalahan yang sedang terjadi dan mampu menghapus kebiasaan-kebiasaan buruk yang mereka lakukan atau bahkan yang mereka normalisasi,” pesannya.

Internalisasi Budaya Respect

Selain membangun jiwa kepemimpinan, LDKS Smamita juga menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus menginternalisasikan budaya positif yang menjadi identitas sekolah.

“Kita punya visi Respect yang ingin kita angkat dan kita internalisasikan kepada siswa-siswi,” tegas Faizun.

Melalui rangkaian pembekalan fisik, mental, karakter, dan kepemimpinan selama tiga hari, peserta diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang lebih percaya diri dalam memimpin, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

LDKS Smamita 2026 menjadi langkah awal untuk menyiapkan generasi muda yang mampu memimpin dengan karakter, bertindak dengan tanggung jawab, serta membawa perubahan positif di mana pun berada. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 27/08/2026 14:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu