Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Auditorium KH AR Fachruddin SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo dalam agenda Tasyakuran Kelulusan ke-47 murid kelas XII tahun ajaran 2025/2026, Kamis (14/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMAMDA Sidoarjo menyampaikan laporan sekolah di hadapan jajaran pimpinan Muhammadiyah, tamu undangan, wali murid, guru, serta seluruh peserta tasyakuran.
Sebanyak 352 murid kelas XII SMAMDA Sidoarjo dinyatakan lulus 100 persen. Kepala sekolah menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan para murid dan dukungan orang tua selama mendampingi proses pendidikan.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh haru dan syukur. Tidak terasa, perjalanan panjang yang penuh cerita, perjuangan, dan doa akhirnya sampai pada titik ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan para murid tidak hanya diukur dari kelulusan, tetapi juga dari proses panjang yang telah mereka lalui selama belajar di SMAMDA.
“Putra-putri panjenengan hari ini telah tumbuh menjadi generasi yang membanggakan. Bukan hanya karena kelulusan ini, tetapi karena proses panjang yang telah mereka lalui,” tuturnya.
Bermula dari Sembilan Murid
Dalam laporannya, kepala sekolah memaparkan perjalanan panjang SMAMDA Sidoarjo sejak berdiri pada tahun 1976 dengan hanya sembilan murid dan fasilitas yang sangat sederhana.
Pada masa awal berdiri, sekolah sempat berpindah-pindah lokasi, mulai dari SMP Musasi Desa Jasem, SD Muhida Desa Pucanganom, hingga akhirnya berkembang di kawasan Sidowayah.
Berbagai capaian berhasil diraih SMAMDA dari masa ke masa, mulai dari status sekolah terakreditasi disamakan pada tahun ajaran 1996/1997, menjadi sekolah RSBI pada 2003/2004, memperoleh akreditasi A sejak 2005/2006, hingga ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak dan Sekolah Ramah Anak.
“Tahun ajaran 2025/2026, SMAMDA terpilih menjadi Sekolah Model PM dan KKA,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh capaian tersebut merupakan buah dari ikhtiar panjang yang dibarengi doa serta komitmen untuk menghadirkan pendidikan unggul berbasis nilai-nilai Islam.
“Semua ini bukan sekadar capaian, tetapi bukti bahwa ikhtiar yang disertai doa tidak pernah mengkhianati hasil,” katanya.
Saat ini, SMAMDA memiliki 61 guru dan 52 tenaga kependidikan. Sebanyak 54 guru telah tersertifikasi. Dari sisi kualifikasi pendidikan, terdapat 24 guru berkualifikasi S1, 36 guru S2, dan satu guru bergelar doktor.
SMAMDA juga terus mengembangkan berbagai program unggulan, seperti Boarding School Program (BSP), International Class Program (ICP), Coding Class Program (CCP), Tahfidz Class Program (TCP), dan Holistic Class Program (HCP). Tahun ini, sekolah juga berencana membuka Olympiade Class Program (OCP).
Ratusan Prestasi Nasional dan Internasional
Dalam tiga tahun terakhir, prestasi murid SMAMDA terus meningkat di berbagai tingkatan. Tercatat 100 murid meraih prestasi tingkat kabupaten, 139 murid tingkat provinsi, 520 murid tingkat nasional, dan 213 murid tingkat internasional.
Khusus lulusan kelas XII tahun ini, terdapat 182 siswa berprestasi tingkat nasional, 147 siswa berprestasi tingkat internasional, 39 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, serta tiga siswa diterima di perguruan tinggi luar negeri.
Selain itu, terdapat 51 siswa penghafal Al-Qur’an minimal tiga juz.
“Kami yakin, kecerdasan tanpa iman akan kehilangan arah. Namun, kecerdasan yang dibingkai dengan Al-Qur’an akan menjadi cahaya bagi dunia,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, kepala sekolah berpesan kepada seluruh lulusan agar terus menjaga nama baik almamater dan Muhammadiyah di mana pun berada.
“Jangan pernah takut bermimpi. Gapailah cita-citamu dan jangan pernah lupa kepada almamater kalian,” pesannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments