Aktivitas pembelajaran di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) memang mulai lengang sejak berakhirnya Tahun Ajaran 2025/2026 pada 22 Juni lalu. Namun, di balik suasana libur siswa, sekolah justru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kesiapan menyambut tahun ajaran baru.
Mengusung tema Empowering Future Generations, SD Musix menggelar program Upgrading Guru dan Diseminasi yang diikuti 40 guru kelas dan mata pelajaran serta 19 guru Al-Qur’an. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di Tahun Ajaran 2026/2027.
Di tengah masa liburan, layanan administrasi sekolah tetap berjalan, terutama untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sementara itu, guru dijadwalkan secara bergiliran untuk melaksanakan piket sekolah.
Kepala Urusan Sumber Daya Insani (SDI) SD Musix, Puspitawati, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa pada pekan pertama liburan sekolah, guru dan karyawan diberikan waktu beristirahat bersama keluarga.
“Masa liburan pekan pertama sengaja kami berikan agar guru dan karyawan bisa membangun komunikasi dengan keluarga sekaligus beristirahat. Harapannya, mereka dapat kembali dengan semangat baru yang segar untuk menyambut Tahun Ajaran 2026/2027,” ujarnya.
Pada saat yang sama, tim Sarana dan Prasarana melakukan pembenahan ruang kelas untuk menyambut peserta didik baru maupun siswa yang naik jenjang.
Kepala Urusan Sarana dan Prasarana, Darmaji, S.Pd., mengatakan jumlah peserta didik baru tahun ini kembali mengalami peningkatan sehingga sekolah menyiapkan tambahan ruang belajar.
“Kami sedang mengebut penyiapan ruang belajar baru. Kelas reguler membutuhkan tiga ruang tambahan, sedangkan untuk International Class Program (ICP) memerlukan dua ruang. Semua fasilitas fisik ini harus sudah siap dan komplet sebelum tahun ajaran baru dimulai,” jelasnya.
Selain pembenahan fasilitas, SD Musix memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program upgrading yang dimulai pada Senin (6/7/2026).
Menurut Puspitawati, tema Empowering Future Generations mengingatkan bahwa kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru saat ini.
“Upgrading ini bukan sekadar penyegaran rutinitas, melainkan ruang untuk memperkaya wawasan guru agar model pembelajaran ke depan semakin inovatif, adaptif, dan berdampak bagi peserta didik. Guru yang terus belajar akan melahirkan generasi yang terus bertumbuh,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, SD Musix menghadirkan dua narasumber eksternal, yakni Dr. Suher M. Saidi, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta Ria Pusvita Sari, M.Pd., praktisi pendidikan dari Gresik.

Foto; Basirun
Selain itu, guru yang telah mengikuti berbagai pelatihan juga membagikan praktik baik melalui sesi diseminasi. Ustazah Meilani memaparkan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sedangkan Ustazah Hafsoh, S.Pd., berbagi strategi menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Rangkaian upgrading juga diisi dengan arahan kepala sekolah, penyerahan Surat Keputusan (SK) guru dan karyawan, sosialisasi kurikulum terbaru, penyusunan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pengenalan buku ajar, hingga pembahasan tunjangan kinerja.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) dengan materi penguatan literasi dan numerasi sebagai bagian dari transformasi mutu pendidikan.
Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi peserta didik, tetapi juga dari semangat guru untuk terus belajar.
“Kalau murid diwajibkan belajar setiap hari, maka guru harus menjadi orang pertama yang memberikan teladan nyata. Sebab, sekolah yang hebat hanya lahir dari guru-guru yang tidak pernah berhenti belajar,” tegasnya.
Melalui program ini, SD Musix berharap seluruh tenaga pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berkarakter Qurani, dan berwawasan internasional sesuai visi sekolah.





0 Tanggapan
Empty Comments