Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lomba Masak Frisa Camp Asah Kekompakan dan Kemandirian Murid Kelas IV

Iklan Landscape Smamda
Lomba Masak Frisa Camp Asah Kekompakan dan Kemandirian Murid Kelas IV
pwmu.co -

Suasana perkemahan Frisa Camp mendadak riuh oleh aroma masakan dan canda tawa murid kelas IV. Ratusan pandu Hizbul Wathan antusias mengikuti lomba memasak kelompok yang digelar di area IKROM Sport SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage, Jumat (4/9/2026), pukul 16.30–17.15 WIB.

Lomba memasak tersebut menjadi salah satu kegiatan yang dirancang untuk mengasah kreativitas, kekompakan, dan kerja sama tim para peserta.

Setiap kelompok ditantang mengolah menu yang telah ditentukan panitia, yakni sayur sop, telur, nugget, dan tahu.

Dengan peralatan masak seadanya dan waktu yang terbatas, setiap kelompok harus berpacu dengan waktu untuk menyajikan hidangan terbaik di hadapan dewan juri.

Yuni Rahmawati, S.Pd., pendamping regu Matahari dan Tulip, memberikan pengarahan kepada peserta agar mampu bekerja sama dan membagi tugas.

“anak-anak supaya kita juara, setiap kalian harus bagi tugas. Semua bekerja dan kita harus kreatif dan inovatif dalam memasak semua bahan supaya bisa selesai tepat waktu, rasanya lezat dan tampilan sajiannya cantik”.

Tiga hal yang disampaikan Rahma, sapaan akrab Yuni Rahmawati sekaligus wali kelas IV tersebut, menjadi kriteria penilaian dalam lomba memasak kali ini.

Peserta pun dituntut untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mereka harus mengatur strategi agar empat menu yang telah ditentukan dapat diselesaikan tepat waktu.

Salah satu peserta dari kelompok Matahari, Jasmin, bahkan mengusulkan cara praktis dalam mengolah bahan makanan.

“Ustadzah tahu itu lama masaknya, bagaimana kalau langsung dicampur dengan telur agar praktis masaknya ya us?”

Ide tersebut menunjukkan keberanian peserta dalam menyampaikan gagasan sekaligus mencari solusi di tengah keterbatasan waktu.

SMPM 5 Pucang SBY

Berkat kerja sama yang baik, regu Matahari dan Tulip akhirnya mampu menyelesaikan masakan tepat waktu. Hidangan yang telah dibuat kemudian disajikan dengan plating yang menarik.

Bagi peserta, kegiatan ini tidak sekadar menjadi aktivitas untuk mengisi waktu atau mencari kelompok pemenang. Lomba memasak menjadi sarana belajar bekerja sama dalam situasi yang membutuhkan pembagian tugas dan komunikasi.

Memasak empat menu sekaligus dalam waktu terbatas tentu tidak mudah dilakukan seorang diri. Karena itu, setiap anggota kelompok harus mengambil peran masing-masing.

Ada yang bertugas memasak nasi, mencuci dan memotong sayuran, membuat bumbu, hingga menggoreng nugget, tahu, dan telur.

Dalam proses tersebut, peserta belajar berkomunikasi, berbagi peran, sekaligus menahan ego demi mencapai tujuan bersama.

Lomba memasak dalam rangkaian Frisa Camp menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran formal di kelas.

Kebersamaan dalam menyiapkan makanan menjadi ruang bagi murid untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, bekerja sama, berpikir kreatif, serta menghargai peran anggota kelompok lainnya.

Melalui aktivitas sederhana di depan kompor dan kepulan asap masakan, Frisa Camp menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi para peserta.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai kekompakan dan kemandirian dapat tumbuh dari pengalaman langsung ketika anak diberi kesempatan untuk bekerja, berpikir, dan menyelesaikan tantangan bersama.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/09/2026 02:40
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu