Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) 2026 dari Kelompok 93 dan 94 mendampingi kegiatan pembelajaran di TPQ Nurul Huda, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
KKN MAS merupakan program kolaborasi mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Pendampingan di TPQ menjadi salah satu program kerja bidang pendidikan keagamaan yang bertujuan mendukung proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan semangat belajar santri dalam mempelajari Al-Qur’an dan ilmu-ilmu dasar keislaman.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama sebagai pembiasaan mengingat dan mengagungkan nama-nama Allah SWT. Selanjutnya, para santri menghafalkan doa-doa harian, seperti doa sebelum belajar, doa sebelum dan sesudah makan, serta doa-doa yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu, para santri mengikuti pembelajaran membaca Iqra maupun Al-Qur’an sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Mahasiswa KKN MAS turut mendampingi proses belajar agar pembelajaran berlangsung lebih efektif sekaligus menyenangkan.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, mahasiswa KKN MAS mengajak para santri menyanyikan lagu islami yang berisi pesan tentang pentingnya beribadah dan berakhlak mulia.
Lagu tersebut berbunyi, “Amal apa, amal apa yang disukai Allah? Bershalatlah, bershalatlah tepat pada waktunya. Apalagi, apalagi yang disukai Allah? Berbaktilah, berbaktilah pada ibu dan ayah. Apalagi, apalagi yang disukai Allah? Berjuanglah, berjuanglah di jalan Allah.”
Lagu itu disambut antusias para santri yang ikut bernyanyi sambil mengikuti gerakan yang dicontohkan mahasiswa.
Salah seorang guru TPQ Nurul Huda, Ustadzah Puri, menjelaskan bahwa pembelajaran dibagi menjadi dua sesi agar lebih efektif sesuai kemampuan peserta didik.
“Pembelajaran dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu santri Iqra belajar sesuai jilid masing-masing, sedangkan santri yang sudah membaca Al-Qur’an belajar sesuai juz yang sedang dipelajari. Dengan pembagian ini, proses belajar menjadi lebih efektif karena disesuaikan dengan capaian setiap peserta didik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN MAS dalam mendampingi proses pembelajaran.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan tambahan tenaga pendidik sehingga setiap santri memperoleh perhatian yang lebih optimal selama belajar.
Ustadzah Puri berharap kegiatan pendampingan seperti ini dapat terus memotivasi santri agar semakin giat belajar membaca Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MAS Kelompok 93 dan 94 tidak hanya membantu proses pembelajaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kedekatan dengan para santri melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperkuat hafalan doa-doa harian, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah sejak dini.
Selain itu, program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui bidang pendidikan keagamaan sekaligus mempererat sinergi antara mahasiswa, guru TPQ, orang tua santri, dan masyarakat Desa Ngenep.





0 Tanggapan
Empty Comments