Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mahasiswa KKN Umsura Kelompok 22 Dorong Digitalisasi UMKM Mangga dan Kopyah di Desa Banjarkejen

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mahasiswa KKN Umsura Kelompok 22 Dorong Digitalisasi UMKM Mangga dan Kopyah di Desa Banjarkejen
Kedekatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Kelompok 22 bersama masyarakat Desa Banjarkejen, Pandaan, Pasuruan. (Yuda Esya/PWMU.CO).
pwmu.co -

‎Langkah progresif berhasil dicapai dalam seminggu kegiatan pengabdian oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Kelompok 22 di Desa Banjarkejen.

Dalam tujuh hari, tepatnya sejak tanggal Senin-Minggu (6-12/7/2026), kelompok ini berhasil mengajak seluruh lapisan masyarakat desa. Mulai dari para pemimpin desa, anggota karang taruna, hingga warga biasa, bekerja sama dalam membangun potensi ekonomi di desa Banjarkejen.

‎Digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus dari kerja sama ini. Desa Banjarkejen yang memiliki potensi besar dalam usaha kecil menengah berupa buah mangga dan kerajinan Kopyah, kini mulai mendapat dorongan untuk memperluas pasar ke wilayah yang lebih luas.

Kolaborasi ini tidak dibangun secara instan. Mahasiswa KKN Kelompok 22 memulai program kerja dengan menjadikan kelompok KKN sebagai pihak yang membantu serta dapat bekerja sama dengan masyarakat.

Bersama lembaga desa yang memberikan dukungan dan kesempatan, serta Karang Taruna sebagai penggerak pemuda dan nanti sebagai pelaksana, mahasiswa mulai menyusun rencana agar produk mangga dan kopyah khas Banjarkejen bisa bersaing dalam era ekonomi sekarang.

Apresiasi Kepala Desa

Proses pendampingan difokuskan pada pemasaran online, pembuatan katalog, hingga penggunaan platform digital yang tepat.

‎”Kami dari pihak desa sangat menyambut dengan baik inisiatif yang dibawa oleh teman-teman mahasiswa KKN Umsura. Potensi mangga dan kopyah di Banjarkejen ini cukup besar, namun warga masih membutuhkan bimbingan terkait penggunaan teknologi” terang Kepala Desa Banjarkejen, H Sholihan.

“Harapan besar, para mahasiswa KKN dapat bekerja sama hingga mampu meningkatkan perekonomian warga kami di zaman modern” tambahnya.

‎Level keberhasilan konsolidasi program kerja seminggu pertama ini tidak terlepas dari langkah strategis dalam memperkuat hubungan sosial yang dilakukan oleh para mahasiswa.

Mengingat pentingnya memahami budaya untuk membangun kepercayaan, kelompok KKN 22 secara aktif ikut serta dalam kegiatan sehari-hari masyarakat setempat.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

‎Setiap hari, para mahasiswa turut berpartisipasi langsung dalam berbagai kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga. Tidak hanya melalui kegiatan resmi, hubungan sosial juga terjalin lewat pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Mengadaptasi budaya jagongan tradisional yang merupakan kebiasaan para mahasiswa untuk berkumpul dan berbincang santai, mereka terbiasa duduk bersama pemuda desa dan anggota Karang Taruna di malam hari.

‎Obrolan santai yang sering terjadi dalam budaya jagongan ternyata menjadi cara berkomunikasi yang sangat efektif.

Dari Jagongan menjadi Program

Melalui pembicaraan yang hangat dan santai, berbagai diskursus tentang inovasi usaha kecil menengah dan kemajuan desa berhasil digagas dan memperoleh dukungan penuh tanpa adanya kejanggalan.

‎”Teman-teman KKN sekarang ini memiliki cara untuk berbaur yang menyenangkan. Melalui jagongan setiap malam, kita jadi lebih mudah berbagi pikiran. Seperti saat mereka bicara tentang program yang akan dikerjakan di desa Banjarkejen” ujar Ketua Karang Taruna Desa Banjarkejen.

“Salah satunya program digitalisasi yang dijalankan sangat mudah kami terima, dan kami para pemuda desa semakin termotivasi untuk terlibat langsung dalam memajukan usaha kecil menengah lokal” tegasnya.

‎Dengan bekerja sama antar anggota dan hubungan yang sudah terjalin baik dalam seminggu pertama, KKN Umsura Kelompok 22 yakin dapat mencapai tujuan digitalisasi UMKM Mangga dan Kopyah di Desa Banjarkejen secara maksimal hingga akhir masa pengabdian. Sejalan dengan yang disampaikan oleh salah satu owner UMKM Kopyah.

‎”Harapan kami, mahasiswa KKN dapat tetap konsisten dalam memberikan pendampingan terkait pemanfaatan teknologi dan promosi. Yang mana itu menjadi salah satu problem kami sebagai warga desa. Semoga UMKM di sini bisa berkembang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi” tutup Ubaidillah, pemilik SL Kopyah yang merupakan UMKM Kopyah Banjarkejen.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu