Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN Umsura Luncurkan Akuaponik Berbasis IoT untuk Dukung Ketahanan Pangan dan UMKM Desa Dungus

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN Umsura Luncurkan Akuaponik Berbasis IoT untuk Dukung Ketahanan Pangan dan UMKM Desa Dungus
Program peluncuran TTG Akuaponik berbasis IoT dan Penguatan UMKM di Balai Desa Dungus, Kediri. Pada Rabu, 29 Juli 2026 (M Rifky A/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) meluncurkan Teknologi Tepat Guna (TTG) akuaponik berbasis Internet of Things (IoT) di Balai Desa Dungus, Kabupaten Kediri, Kamis (31/7/2026). Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis hasil budidaya lele.

Kegiatan yang dihadiri perangkat desa dan warga Desa Dungus itu juga dirangkai dengan sosialisasi pengembangan produk olahan lumpia lele sebagai alternatif peningkatan nilai tambah hasil budidaya ikan.

Perwakilan Kepala Desa Dungus, Aris Harmono, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN Umsura. Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perekonomian desa.

“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai program KKN, tetapi terus dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat Desa Dungus untuk meningkatkan kesejahteraan melalui budidaya lele dan produk olahannya,” ujarnya.

Akuaponik Berbasis IoT

Teknologi yang diperkenalkan mengintegrasikan budidaya ikan lele dan penanaman sayuran dalam satu ekosistem. Air kolam yang kaya nutrisi dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tanaman, sedangkan akar tanaman membantu menjaga kualitas air sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.

Sistem tersebut juga dilengkapi Smart Feeder, yakni alat pemberi pakan otomatis yang dapat diatur sesuai jadwal. Selain itu, kondisi budidaya dapat dipantau melalui aplikasi pada telepon genggam sehingga memudahkan pengguna mengawasi sistem secara lebih praktis.

Melalui teknologi tersebut, mahasiswa berharap masyarakat dapat menerapkan budidaya lele yang lebih efisien dengan dukungan pemanfaatan teknologi digital.

SMPM 5 Pucang SBY

Dorong Hilirisasi Produk Lele

Selain memperkenalkan teknologi budidaya, mahasiswa KKN Umsura juga menggelar sosialisasi pengembangan UMKM yang berfokus pada hilirisasi hasil panen lele menjadi produk olahan bernilai tambah, yakni lumpia lele.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai peluang usaha berbasis hasil budidaya lokal, mulai dari pengembangan produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual lele sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Warga terlihat antusias mengikuti sesi diskusi. Mereka tidak hanya mempelajari cara kerja sistem akuaponik dan Smart Feeder, tetapi juga menggali peluang pengembangan lumpia lele sebagai produk khas Desa Dungus yang memiliki daya saing di pasar.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Umsura berharap teknologi akuaponik berbasis IoT dan pengembangan produk olahan lele dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 31/07/2026 15:16
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu