Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 71 menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih interaktif di SMA Muhammadiyah 6 Karangasem, Lamongan, Jumat (14/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memanfaatkan Kahoot sebagai media evaluasi digital. Penggunaan media ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik sekaligus melibatkan siswa secara aktif.
PLP Kelompok 71 berlangsung sejak 22 Juli hingga 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti 17 mahasiswa, terdiri atas 14 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam dan tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Selain menjalankan praktik mengajar, mahasiswa juga melakukan pengamatan terhadap kondisi pembelajaran dan kebutuhan siswa di kelas.
Berangkat dari Suara Siswa
Salah satu hal yang menjadi perhatian mahasiswa adalah metode pembelajaran PAI yang masih banyak menggunakan ceramah.
Kondisi tersebut disampaikan salah seorang siswa kelas XI 5 ETC yang merupakan kelas program tahfidz dan bahasa.
“Pembelajaran PAI di sini masih memakai metode ceramah, Mbak. Gurunya cerita-cerita terus, sampai bikin ngantuk,” ungkap siswa tersebut.
Mahasiswa PLP kemudian mencoba menggali lebih jauh kebutuhan siswa.
Di kelas X 5 ETC, mahasiswa meminta siswa menuliskan harapan mereka terhadap pembelajaran PAI pada secarik kertas.
Pertanyaan yang diberikan sederhana, yakni, “Harapan kalian apa untuk pembelajaran PAI, ingin dibuat seperti apa?”
Dari berbagai jawaban yang terkumpul, sebagian besar siswa berharap pembelajaran PAI dapat dilakukan dengan cara yang lebih menarik, tidak monoton, dan memberi kesempatan bagi mereka untuk lebih aktif.
Mahasiswa PLP Kelompok 71, Nabilla Mayfika, mengatakan masukan siswa tersebut menjadi salah satu dasar dalam merancang pembelajaran.
“Dari hasil pengamatan dan masukan siswa, kami melihat mereka ingin pembelajaran PAI yang lebih interaktif. Karena itu, kami mencoba memadukan PowerPoint, video pembelajaran, dan Kahoot agar siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses belajar,” ujarnya.
Padukan Video dan Kahoot
Mahasiswa kemudian merancang pembelajaran dengan memanfaatkan beberapa media.
Materi disampaikan melalui PowerPoint yang dibuat lebih menarik secara visual. Mahasiswa juga menampilkan video pembelajaran yang berkaitan dengan materi sebelum memasuki tahap evaluasi.
Penggunaan media tersebut diharapkan membuat siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa menggunakan Kahoot sebagai media kuis interaktif.
Siswa dapat menjawab pertanyaan secara langsung melalui kuis digital tersebut. Hasil jawaban juga dapat diketahui setelah mereka menyelesaikan pertanyaan.
Nabilla menjelaskan, penggunaan Kahoot bukan sekadar untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
“Melalui Kahoot, kami bisa langsung melihat respons siswa dan soal mana yang masih banyak dijawab keliru. Jadi evaluasi bukan hanya untuk mengetahui nilai, tetapi juga menjadi bahan bagi kami untuk melihat materi yang perlu dijelaskan kembali,” jelasnya.
Dengan cara tersebut, evaluasi menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan hanya kegiatan untuk memperoleh nilai pada akhir materi.
Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi lebih aktif selama kegiatan berlangsung.
Guru Apresiasi Inovasi Mahasiswa
Guru PAI SMA Muhammadiyah 6 Karangasem, Afidah S.Ag. mengapresiasi upaya mahasiswa PLP Umsida dalam menghadirkan variasi pembelajaran di kelas.
Menurutnya, penggunaan media digital dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
“Kehadiran mahasiswa PLP memberikan variasi baru dalam pembelajaran. Penggunaan Kahoot membuat siswa terlihat lebih antusias karena mereka dapat belajar sekaligus mengikuti evaluasi dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
Ia menilai pemanfaatan teknologi perlu terus dikembangkan, tetapi tetap harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
“Teknologi bisa membantu pembelajaran menjadi lebih menarik. Namun yang paling penting adalah bagaimana media tersebut membantu siswa memahami materi PAI dan membuat mereka lebih aktif selama proses pembelajaran,” tambahnya.
Bagi mahasiswa PLP, pengalaman tersebut sekaligus menjadi proses belajar dalam memilih strategi dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa.
Mereka tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga perlu membaca kebutuhan kelas serta memanfaatkan teknologi secara tepat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PLP Kelompok 71 berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pembelajaran PAI di SMA Muhammadiyah 6 Karangasem.
Pengalaman itu juga menjadi bekal bagi mahasiswa Umsida untuk mengembangkan kemampuan mengajar yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments