Inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai merambah dunia pendidikan olahraga. Seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas UM Indonesia, Vicko Valentino, berhasil mengembangkan teknologi yang mampu menganalisis dan menilai gerakan olahraga siswa secara objektif dan real-time hanya menggunakan smartphone.
Tak hanya itu, inovasi tersebut juga mengantarkan Vicko meraih Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026.
Inovasi yang diberi nama SMART-MOTION ini merupakan sistem AI motion capture yang dirancang untuk membantu guru PJOK dalam mengevaluasi teknik gerakan siswa secara lebih terukur. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek biomekanika, seperti sudut sendi dan pola gerak.
“Inovasi saya bernama Smart-Motion, yaitu teknologi berbasis AI motion capture yang digunakan untuk menganalisis gerakan olahraga. Fokusnya di bidang biomekanika, jadi sistem ini bisa membantu melihat apakah teknik gerakan yang kita lakukan sudah benar atau belum,” ujar Vicko.
Menurutnya, teknologi ini dikembangkan untuk membantu siswa, khususnya di tingkat sekolah dasar, agar dapat mempelajari teknik olahraga dengan lebih tepat, efektif, dan aman dari risiko cedera.
SMART-MOTION memanfaatkan teknologi computer vision tanpa memerlukan sensor tambahan. Sistem ini cukup menggunakan kamera smartphone sehingga lebih praktis dan mudah diakses. Selain membantu guru, inovasi ini juga membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa dapat melihat serta memperbaiki gerakan mereka secara mandiri.
“Rasanya tentu senang banget dan juga bangga, apalagi ini sudah ketiga kalinya saya ikut Pilmapres. Perjalanannya nggak selalu mulus, tapi ketika akhirnya meraih juara 1, rasanya sangat bersyukur karena semua usaha terbayar,” ungkapnya.
Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi pembelajaran olahraga berbasis teknologi di sekolah-sekolah Indonesia, sekaligus mendorong integrasi AI dalam dunia pendidikan secara lebih luas.






0 Tanggapan
Empty Comments