Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UMM Dampingi Anak-anak Pekerja Migran Indonesia di Penang, Perkuat Literasi dan Cinta Tanah Air

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UMM Dampingi Anak-anak Pekerja Migran Indonesia di Penang, Perkuat Literasi dan Cinta Tanah Air
pwmu.co -

Keterbatasan akses menuju sekolah formal di negara perantauan tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Penang, Malaysia. Menjawab tantangan tersebut, sebanyak 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Sanggar Bimbingan Pertumbuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI), Penang.

Program yang berlangsung sejak 22 Juli hingga 14 Agustus 2026 ini menghadirkan pendampingan belajar secara komprehensif sekaligus memperkuat identitas kebangsaan anak-anak Indonesia yang tinggal di negeri jiran.

Ketua KKN Internasional UMM, Muhammad Hanif Roihan, menjelaskan bahwa program utama disusun berdasarkan hasil pengamatan terhadap kebutuhan anak-anak di Sanggar PERMAI.

Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kemampuan membaca, menulis, serta mengenalkan Indonesia sebagai tanah air mereka.

“Kami ingin mengenalkan Indonesia kepada anak-anak di sana. Jadi, mereka tidak hanya mendapatkan pembelajaran, tetapi juga mengetahui Indonesia secara lebih dekat dan mengenal identitas negaranya,” ujarnya.

Melalui berbagai aktivitas pembelajaran, mahasiswa berupaya menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia meskipun para peserta tumbuh dan menetap di luar negeri.

Seluruh rangkaian program KKN Internasional UMM dirancang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Mahasiswa mendampingi pembelajaran berbagai mata pelajaran menggunakan modul yang telah disiapkan Sanggar PERMAI sebagai bentuk dukungan terhadap SDGs poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas.

Selain itu, mereka juga mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui praktik mencuci tangan, menyikat gigi, memotong kuku, serta memperkenalkan konsep gizi “Isi Piringku”.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi SDGs poin 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Tak hanya fokus pada pendidikan akademik dan kesehatan, mahasiswa UMM juga mengenalkan budaya Indonesia melalui program eco-wayang.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak memanfaatkan kardus bekas menjadi tokoh pewayangan yang kemudian dipentaskan dalam sebuah pertunjukan sederhana.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Hanif, metode tersebut membuat anak-anak belajar budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

“Eco-wayang kami buat bersama anak-anak sanggar. Jadi, mereka ikut dalam proses pembuatannya sekaligus belajar tentang tokoh dan cerita wayang yang nantinya akan kami pertunjukkan,” jelasnya.

Program KKN Internasional UMM mendapat sambutan positif dari pengelola Sanggar PERMAI maupun para orang tua.

Antusiasme anak-anak terlihat tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bahkan, mereka berharap mahasiswa UMM dapat kembali mengajar pada masa mendatang.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa turut mendonasikan sejumlah buku bacaan yang akan dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung literasi di sanggar.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Internasional UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., mengapresiasi dedikasi para mahasiswa yang berhasil menghadirkan pendidikan, literasi, edukasi kesehatan, sekaligus pelestarian budaya bagi anak-anak Indonesia di Penang.

Menurutnya, KKN Internasional merupakan bentuk nyata kontribusi UMM dalam memperluas akses pendidikan bagi Warga Negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Ia menegaskan bahwa UMM akan terus mengembangkan program pengabdian internasional yang berdampak bagi masyarakat.

“Kami berharap ikatan yang telah terjalin tidak berhenti pada program KKN ini, tetapi menjadi awal dari sinergi jangka panjang dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter bagi anak-anak Indonesia di mana pun mereka berada,” pesannya.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu