Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mahasiswa UMM Jadi Pengajar BIPA di Vietnam, Kenalkan Bahasa dan Budaya Indonesia

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mahasiswa UMM Jadi Pengajar BIPA di Vietnam, Kenalkan Bahasa dan Budaya Indonesia
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hazma Daimatul Hana, tengah menjalani peran sebagai pengajar sekaligus duta budaya Indonesia di Vietnam. Melalui program Center of Excellence Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (CoE BIPA) skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), ia mengajar di Open University Ho Chi Minh City selama dua bulan, mulai 18 Juni hingga 18 Agustus 2026.

Hana menjadi satu dari 10 mahasiswa UMM yang dipercaya membawa misi internasional untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa di Vietnam.

Selama mengikuti program, Hana mengajar Bahasa Indonesia setiap hari Sabtu di Open University Ho Chi Minh City.

Sementara pada hari kerja, ia bersama peserta lainnya memanfaatkan waktu untuk berlatih tari Indonesia, mengenal budaya Vietnam, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengajar Bahasa Indonesia setiap hari Sabtu di Open University Ho Chi Minh City. Hari Senin sampai Jumat biasanya digunakan untuk latihan tari, mengeksplorasi Vietnam, dan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Karena mencari makanan halal cukup sulit, kami lebih sering memasak sendiri. Pengalaman inilah menjadikanku lebih mandiri dan menariknya juga karena dilatih kemandiriannya berada di luar negeri,” ujar Hana.

Menurutnya, pengalaman tinggal di luar negeri memberikan pelajaran berharga tentang kemandirian sekaligus kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Mengajar mahasiswa asing menjadi pengalaman baru bagi Hana. Ia tidak hanya menyampaikan materi di depan kelas, tetapi juga harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan merancang metode pembelajaran yang menarik agar mahasiswa tetap antusias mengikuti perkuliahan.

“Mahasiswa Vietnam sangat menghargai dan menghormati kami. Mereka juga sangat antusias ketika belajar Bahasa Indonesia dan budaya Indonesia. Dari situ saya belajar bahwa menjadi pengajar ternyata tidak semudah yang dibayangkan, karena harus memikirkan strategi pembelajaran agar mahasiswa tetap tertarik selama di kelas,” katanya.

Pengalaman tersebut semakin memperkaya kompetensinya sebagai calon pendidik sekaligus memperluas wawasan mengenai pembelajaran lintas budaya.

Sebelum menjalankan tugas di Vietnam, Hana mengikuti serangkaian pembekalan intensif melalui kelas CoE BIPA UMM.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Program tersebut meliputi proses seleksi, pelatihan pedagogik pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), hingga pendalaman wawasan lintas budaya.

Pembekalan tersebut dirancang agar para delegasi siap secara akademik, memiliki kemampuan menyusun kurikulum, sekaligus mampu beradaptasi dengan lingkungan internasional.

Selain menghadapi tantangan di ruang kelas, Hana juga belajar menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat Vietnam.

Sebagai muslimah yang mengenakan hijab, ia kerap menarik perhatian warga saat menggunakan transportasi umum maupun berbelanja, sehingga membuka ruang interaksi lintas budaya yang menarik.

Ia juga harus membiasakan diri dengan sistem lalu lintas yang berbeda dari Indonesia, termasuk arah kendaraan yang berada di jalur kanan.

Di sela-sela aktivitas mengajar, Hana memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi kawasan Saigon atau Distrik 1 Ho Chi Minh City, sehingga semakin memperkaya pengalaman internasionalnya.

Kiprah Hana menjadi bukti bahwa internasionalisasi pendidikan tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan komunikasi, dan daya adaptasi terhadap budaya baru.

Melalui program CoE BIPA, UMM berharap semakin banyak mahasiswa berani menembus panggung internasional, menjadi duta bahasa dan budaya Indonesia, sekaligus mengharumkan nama Kampus Putih di tingkat global.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu