Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Maraknya Perundungan Pelajar, Alarm Kerusakan Karakter

Iklan Landscape Smamda
Maraknya Perundungan Pelajar, Alarm Kerusakan Karakter
Oleh : Andi Hariyadi Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi PDM Surabaya

Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan memberikan arah menuju kemuliaan. Dalam konteks pendidikan, penguatan karakter berbasis integrasi wahyu menjadi sangat penting agar kemampuan nalar peserta didik senantiasa dijiwai kesadaran spiritual.

Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk menjadikan sholat sebagai solusi kehidupan. Di antaranya, Surat Al Ankabut 45:

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.”

Serta Surat Al-Baqarah 153:

“Wahai orang orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat.”

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa nilai spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter manusia, termasuk dalam dunia pendidikan.

Fenomena Perundungan yang Kian Mengkhawatirkan

Di tengah upaya pendidikan yang terus mendorong penguatan karakter, realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Aksi perundungan pelajar semakin marak, dengan berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di berbagai jenjang pendidikan.

Dunia pendidikan kini tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga persoalan kompleks seperti kekerasan, bahkan hingga pembunuhan dan kekerasan seksual. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai yang jauh dari prinsip akhlaqul karimah.

Perundungan tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga merambah dunia digital. Kemudahan akses media sosial justru dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian, mempermalukan korban, hingga melakukan cyber bullying.

Perundungan pelajar hadir dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Kekerasan fisik: memukul, menendang, hingga tindakan agresif lainnya
  • Kekerasan verbal: menghina, mengejek, memfitnah
  • Kekerasan seksual: tindakan tidak senonoh hingga eksploitasi tubuh
  • Cyber bullying: penyebaran konten penghinaan di media sosial

Akibatnya, lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang belajar justru berubah menjadi tempat yang tidak aman dan penuh tekanan.

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan kasus perundungan:

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

  • 2023: 285 kasus
  • 2024: 573 kasus
  • 2025 (hingga November): 601 kasus

Angka ini diduga hanya sebagian kecil dari fenomena yang sebenarnya terjadi, layaknya puncak gunung es.

Maraknya perundungan menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. Kerusakan karakter generasi muda tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.

Jika tidak segera ditangani, fenomena ini berpotensi menghambat lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan tidak boleh hanya fokus pada capaian akademik, tetapi harus mampu membentuk karakter yang kuat, santun, dan berintegritas.

Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi berkarakter. Melalui amal usaha pendidikan yang tersebar luas, penguatan nilai spiritual harus menjadi fondasi utama.

Pembiasaan sholat, khususnya secara berjamaah, menjadi sarana penting dalam membangun kedisiplinan dan kesadaran spiritual. Nilai ini tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga membentuk kepribadian yang kuat dan bermakna.

Pendidikan Muhammadiyah diharapkan mampu memberikan dampak nyata, baik bagi siswa, orang tua, maupun lingkungan. Dakwah pendidikan harus mampu menyelamatkan generasi dari berbagai bentuk penyimpangan, termasuk perundungan.

Sekolah Muhammadiyah perlu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membangun budaya kompetisi yang sehat dan sportif
  • Memberikan penghargaan atas prestasi
  • Membuka ruang dialog yang terbuka
  • Menguatkan pendidikan karakter berbasis nilai spiritual

Perundungan harus diubah menjadi momentum untuk membangun keunggulan karakter, bukan dibiarkan menjadi budaya yang merusak.

Perundungan pelajar bukan sekadar pelanggaran, tetapi tanda serius kerusakan karakter generasi. Dibutuhkan peran aktif semua pihak—pendidik, orang tua, dan organisasi—untuk mengatasinya.

Dengan penguatan nilai spiritual, kedisiplinan, dan budaya positif di sekolah, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi unggul yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Revisi Oleh:
  • Satria - 22/04/2026 12:48
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡