Semangat untuk terus belajar dan berkembang menjadi energi dalam kegiatan study sharing antara Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tuban dan Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (9/10/2026) tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mempererat silaturahmi antar pesantren Muhammadiyah.
Sebanyak dua puluh lima orang dari MBS Tuban hadir di Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo.
Kedatangan rombongan tidak sekadar menjadi kunjungan, tetapi menjadi kesempatan untuk saling berbagi praktik baik, pengalaman, serta gagasan dalam mengembangkan pengelolaan pesantren agar semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dari Pendidikan sampai Sarpras
Dalam kegiatan tersebut, berbagai hal dibahas secara terbuka dan penuh kekeluargaan.
Sharing mencakup beberapa bidang penting dalam pengelolaan pesantren, di antaranya bidang pendidikan, kepengasuhan, hubungan masyarakat (humas), serta sarana dan prasarana.
Diskusi berlangsung interaktif. Masing-masing pihak saling menyampaikan pengalaman, tantangan, sekaligus solusi yang selama ini diterapkan dalam menjalankan aktivitas pesantren.
Dari ruang diskusi tersebut, terlihat bahwa setiap pesantren memiliki karakteristik dan pengalaman yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama.
Yaitu menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan mampu menjawab harapan masyarakat.
Mudir MBS Tuban, Ustadz Muslih, menyampaikan bahwa study sharing tersebut bukanlah akhir dari sebuah silaturahmi. Melainkan justru menjadi awal untuk membangun hubungan yang lebih erat di masa mendatang.
“Ini bukan akhir dari sebuah silaturahmi, tetapi justru menjadi awal untuk terus bersilaturahmi. Semoga ke depan kita bisa sama-sama maju, baik dalam bidang ekonomi maupun dalam pengembangan pesantren” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan semangat kolaborasi yang ingin dibangun. Pesantren tidak harus berjalan sendiri-sendiri.
Dengan saling belajar dan berbagi pengalaman, berbagai potensi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat dikembangkan secara bersama.
Apresiasi Mudir PPM An-Nur
Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur Sidoarjo H Munif Hasan MA menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan MBS Tuban.
Menurutnya, An-Nur sendiri masih terus berada dalam proses belajar dan melakukan berbagai pembenahan untuk menjadi pesantren yang lebih baik.
“Terima kasih sudah berkenan datang dan bertukar pikiran dengan kami. Sebetulnya An-Nur ini belum pantas untuk dijadikan rujukan study sharing, karena kami juga masih terus belajar” terangnya.
“Tetapi, bismillah, dari semangat ini mudah-mudahan kita, Pondok Pesantren An-Nur maupun Tuban, benar-benar bisa menjadi pondok pesantren yang semakin maju dan semakin banyak diminati masyarakat” tutur Munif.
Sikap rendah hati tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun budaya belajar bersama. Sebab, kemajuan pesantren tidak hanya lahir dari mereka yang merasa sudah berhasil, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan membuka diri terhadap pengalaman lembaga lain.
Kegiatan study sharing MBS Tuban dan PPM An-Nur Sidoarjo pun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan satu hari.
Lebih dari itu, perjumpaan tersebut menjadi awal dari lahirnya kolaborasi dan komunikasi yang berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, kepengasuhan, humas, sarana prasarana, maupun pengembangan ekonomi pesantren.
Dari Sidoarjo, semangat itu kembali diteguhkan: pesantren akan semakin kuat ketika tidak hanya tumbuh bersama, tetapi juga belajar dan bergerak bersama.





0 Tanggapan
Empty Comments