Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah untuk Memuliakan Murid

Iklan Landscape Smamda
Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah untuk Memuliakan Murid
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengunjungi salah satu Sekolah di Kota Batam. Humas Kemendikdasmen/PWMU.O
pwmu.co -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan hanya pembangunan fisik. Program itu menjadi langkah nyata untuk memuliakan murid agar belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/5). Pemerintah menjalankan program ini sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi unggul melalui penguatan sarana pendidikan.

Tinjau Sekolah dan Tambah Ruang Kelas

Sebelum hadir di SMA Negeri 1 Batam, Abdul Mu’ti meninjau TK Pembina III Kota Batam dan SD Negeri 001 Sungai Beduk.

Di TK Pembina III, ia melihat penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) dalam proses pembelajaran. Ia juga memastikan program revitalisasi berjalan sesuai rencana. Sekolah tersebut akan mendapat rehabilitasi toilet, sanitasi, dan tambahan ruang kelas baru.

Abdul Mu’ti kemudian mengunjungi SD Negeri 001 Sungai Beduk. Ia berdialog dengan kepala sekolah dan guru tentang keterbatasan ruang kelas. Kondisi itu membuat sekolah harus menerapkan tiga shift pembelajaran.

Karena kebutuhan yang mendesak, Kemendikdasmen mengusulkan tambahan ruang kelas baru untuk sekolah tersebut. Sebelumnya, sekolah itu hanya masuk program rehabilitasi.

“Kalau sudah pagi-siang begitu, beberapa program kami mungkin tidak bisa berjalan dengan baik. Karena itu perlu penambahan ruang kelas agar pembelajaran lebih optimal,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 triliun pada tahun 2026. Anggaran itu digunakan untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Pemerintah memprioritaskan sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah 3T, dan sekolah dengan kondisi rusak berat.

SMPM 5 Pucang SBY

Bangun Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

Selain memperbaiki fasilitas fisik melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Kemendikdasmen juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah harus bebas dari segala bentuk perundungan. Karena itu, Kemendikdasmen menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 sebagai payung hukum perlindungan murid di lingkungan sekolah.

Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas lain. Pemerintah meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan guru melalui beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kemendikdasmen juga menerapkan metode Deep Learning agar pembelajaran lebih reflektif, bermakna, dan menyenangkan.

Selain itu, pemerintah memperluas akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Pada tahun 2026, pemerintah mulai menyalurkan bantuan PIP kepada 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia. Setiap murid menerima bantuan Rp450 ribu per tahun.

Program tersebut mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun. Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan Kementerian Desa untuk menghadirkan minimal satu TK di setiap desa.

Di akhir sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa seluruh kebijakan pendidikan harus berlandaskan semangat memuliakan manusia.

“Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan terutama memuliakan murid. Semua anak harus diterima dan dimuliakan di sekolah sebagai rumah kedua mereka,” tandasnya.

Revisi Oleh:
  • Azrohal Hasan - 14/05/2026 17:22
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡