Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menelusuri Jejak Islam Sasak, Tim Peneliti Umsura dan UM Mataram Raih Pendanaan Riset Ekspedisi BRIN

Iklan Landscape Smamda
Menelusuri Jejak Islam Sasak, Tim Peneliti Umsura dan UM Mataram Raih Pendanaan Riset Ekspedisi BRIN
pwmu.co -

Tradisi lokal tidak hanya menyimpan jejak kebudayaan, tetapi juga merekam perjalanan panjang perkembangan Islam di Nusantara. Berangkat dari kesadaran tersebut, tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) berhasil meraih pendanaan Riset Ekspedisi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) 2026–2028 untuk mengkaji tradisi keagamaan masyarakat Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tim penelitian dipimpin Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Umsura, Associate Prof. Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I. Anggota tim terdiri atas Dr. Warsidi, M.M., Ketua Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Umsura, serta dua akademisi Ummat, Dr. Lukman, M.Pd. dan Dian Eka Mayasari Wahyuni, M.Pd.

Penelitian mengangkat tema “Menelusuri Tradisi ‘Kotaragama’ dan Jejak Sinkretisme Islam Sasak: Kajian Etnografi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.”

Riset akan berlangsung selama tiga tahun dengan menggunakan pendekatan etnografi untuk mendokumentasikan sekaligus memahami dinamika hubungan antara agama, budaya, dan identitas masyarakat Sasak.

Ketua tim peneliti yang akrab disapa Gus Sholikh menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari kegelisahan akademik terhadap semakin terbatasnya kajian mendalam mengenai tradisi Islam lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Menurutnya, setiap daerah memiliki pengalaman sejarah yang berbeda dalam menerima, mengembangkan, dan mempraktikkan ajaran Islam.

“Tradisi Kotaragama merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sasak yang hingga kini masih dipertahankan sebagai filosofi kehidupan dan praktik keberagamaan. Melalui penelitian ini, kami ingin menelusuri bagaimana sejarah Islam lokal berkembang, berdialog dengan budaya setempat, lalu membentuk identitas keagamaan masyarakat Sasak,” ujar Gus Sholikh.

Gus Sholikh menuturkan bahwa istilah sinkretisme kerap dipahami secara sederhana sebagai pencampuran dua tradisi keagamaan. Padahal, realitas di lapangan jauh lebih kompleks.

Tradisi yang berkembang merupakan hasil proses sejarah yang panjang, melibatkan interaksi antara nilai-nilai Islam, adat, serta pengalaman sosial masyarakat selama berabad-abad.

Karena itu, pendekatan etnografi dipilih agar penelitian tidak hanya menghasilkan data historis, tetapi juga mampu merekam praktik kehidupan masyarakat secara utuh.

SMPM 5 Pucang SBY

Kajian akan mendokumentasikan tradisi lisan, ritual keagamaan, simbol budaya, hingga pandangan hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain memperkaya kajian mengenai Islam Nusantara, hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pelestarian warisan budaya lokal yang menghadapi tantangan modernisasi.

Dokumentasi ilmiah mengenai tradisi Kotaragama juga dinilai penting sebagai bagian dari kekayaan intelektual bangsa.

Kolaborasi antara Umsura dan Ummat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan riset tersebut. Kedekatan akademisi Ummat dengan masyarakat Sasak dipadukan dengan pengalaman tim Umsura dalam bidang studi Islam, filsafat, hukum, serta penelitian sosial diharapkan mampu menghasilkan temuan yang komprehensif.

Bagi Gus Sholikh, riset ekspedisi tidak sekadar menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi ikhtiar menghadirkan kembali narasi-narasi lokal yang selama ini belum banyak terdokumentasikan dalam khazanah keilmuan nasional.

“Indonesia memiliki kekayaan tradisi Islam yang sangat beragam. Melalui penelitian ini kami ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan dengan agama, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam,” katanya.

Selama tiga tahun ke depan, tim peneliti menargetkan lahirnya publikasi internasional bereputasi, buku hasil etnografi, dokumentasi budaya, serta rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pelestarian tradisi keagamaan masyarakat Sasak sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Menelusuri Jejak Islam Sasak, Tim Peneliti Umsura dan UM Mataram Raih Pendanaan Riset Ekspedisi BRIN

Revisi Oleh:
  • Satria - 21/07/2026 12:33
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu