Dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan agama dari mimbar ke mimbar. Lebih dari itu, dakwah adalah perjalanan menghadirkan harapan, mendampingi kehidupan, dan menebarkan kebaikan hingga ke pelosok negeri.
Pesan inilah yang mengemuka dalam Pengajian Umum Ahad Pagi (PUAP) Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mojoagung, Jombang, Ahad (25/10/2026).
Bertempat di halaman SMP Muhammadiyah 2 Mojoagung, pengajian kali ini menghadirkan Dai Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mengangkat tema “Dakwah Komunitas Menuju Islam Berkemajuan”, kajian berlangsung dengan suasana khusyuk dan penuh inspirasi.
Alih-alih hanya menyampaikan teori tentang dakwah, Muchamad Arifin mengajak jamaah menyelami perjalanan dakwahnya melalui kisah-kisah nyata saat mendampingi komunitas marginal, masyarakat adat, hingga warga di wilayah terpencil, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dengan bertutur tentang berbagai rintangan dan tantangan di lapangan, ia menggambarkan bahwa dakwah tidak selalu berlangsung dalam situasi yang mudah.
“Ada perjalanan panjang yang harus ditempuh, keterbatasan yang perlu dihadapi, serta pendekatan kemanusiaan yang harus dikedepankan agar dakwah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya
Kisah-kisah tersebut membawa jamaah seolah ikut merasakan denyut perjuangan para dai di tengah masyarakat yang membutuhkan pendampingan. Suasana pengajian pun terasa lebih hidup, sekaligus mengajak jamaah memahami bahwa dakwah bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga tentang seberapa jauh kehadiran seorang dai mampu memberikan arti bagi kehidupan orang lain.
Dalam pesannya, Muchamad Arifin mengajak jamaah untuk mengambil bagian dalam gerakan dakwah sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan bidang masing-masing. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari dakwah, tanpa harus menunggu memiliki kedudukan atau menyandang status sebagai pendakwah.
“Menjadi pendakwah bukan untuk mencari status, melainkan untuk melatih keikhlasan dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” demikian pesan yang mengemuka dalam kajian tersebut.
Semangat ini menegaskan bahwa dakwah merupakan tanggung jawab bersama. Ada yang berdakwah melalui pendidikan, ada yang menguatkan ekonomi masyarakat, ada yang mendampingi kelompok rentan, dan ada pula yang menyebarkan kebaikan melalui keahlian serta profesinya masing-masing. Semua dapat menjadi jalan dakwah selama dilakukan dengan niat yang tulus dan berorientasi pada kemaslahatan.
Melalui tema Dakwah Komunitas Menuju Islam Berkemajuan, jamaah diajak melihat Islam tidak hanya sebagai ajaran yang disampaikan, tetapi juga sebagai nilai yang harus hadir dalam tindakan nyata. Islam berkemajuan tumbuh ketika dakwah mampu menjawab kebutuhan masyarakat, merangkul mereka yang membutuhkan pendampingan, serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Pengajian PUAP Mojoagung ini pun menjadi pengingat bahwa dakwah tidak berhenti di atas mimbar. Dakwah menemukan maknanya ketika nilai-nilai Islam hadir di tengah kehidupan, menyentuh hati, menguatkan sesama, dan menumbuhkan harapan.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan dakwah bukan semata-mata diukur dari banyaknya orang yang mendengar, melainkan juga dari kebaikan yang tumbuh dan manfaat yang dirasakan oleh mereka yang didampingi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments