Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang mengadakan halalbihalal di lapangan Bayem Kasembon, Minggu (03/05/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan yang dimeriahkan oleh siswa-siswi Kelompok Bermain, TK ABA dan SD Muhammadiyah menambah kehangatan suasana halalbihalal.
Ada juga kegiatan Penyerahan sertifikat tanah wakaf dari pewakif yang akan direncakan untuk pondok rimba wono agung dan pembagian sembako dari LAZISMU kabupaten Malang.
Pondok Rintisan PCM Kasembon
Ketua PCM Kasembon, Ustadz Rifki Ja’far Thalib, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada hadirin dan hadirat yang berkenan hadir di Kecamatan Kasembon.
“Dan kami juga mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dalam menjamu apabila ada yang kurang mohon maaf yang sebesar-besarnya” Rifki.
PCM dan PCA Kasembon telah memiliki 3 lembaga pendidikan, yakni Kelompok bermain, TK Aisyiyah, SD Muhammadiyah Kasembon.
Lanjut Rifki, Alhamdulillah seluruhnya gratis, meliputi seragamnya, spp, hingga antar jemput. “Insyaallah kami PCM Kasembon merintis pondok rimba Kasembon insyaallah semuanya gratis” terangnya.
“Konsepnya tidak membuka penerimaan siswa tapi kami mencari siswa yang bisa dididik, sudah hafal Al-Quran 5 juz muthqin, kami akan mendidik putra putri jenengan langsung Joss. Sehingga tidak mempelajari dari awal tentu dengan konsep Muhammadiyah” tambah Rifki.
“Penerimaannya 3 tahun sekali. Dari Muhammadiyah untuk Muhammadiyah dan kemajuan bangsa” jelasnya.
Hadirkan Bupati Malang
Ketua PDM Kabupaten Malang, Nurul Humaidi, menjelaskan bahwa halalbihalal adalah tradisi agung yang patut kita lestarikan, karena ini bukan bi’dah.
Dalam halalbihalal ini, panitia kegiatan menghadirkan 2 tokoh penting. Pertama adalah Abah Sanusi selaku Bupati Kabupaten Malang yang merintis subuh keliling di masjid-masjid Kabupaten Malang inilah.
Kedua adalah pembicara dari sragen, yaitu Ir Kusnadi Ikhwan MM yang dikenal sejak merintis dan merevitalisasi Masjid Al-Falah sragen. Selain itu, Kusnadi merupakan anggota lembaga pengembangan cabang, ranting dan pembinaan masjid pimpinan pusat Muhammadiyah.
“Kita merenungkan kembali agar tidak hanya pandai mendirikan masjid saja. Dimana ada ranting Muhammadiyah harus ada masjid. Aisyiyah juga harus ada taman pembelajaran Al-Qur’an atau kelompok bermain yang menjadi ciri khas Aisyiyah” terang Humaidi.
Kasembon telah membuktikan semuanya mulai ada dan bermimpi memiliki pondok.
Di sisi lain, Abah Sanusi selaku Bupati Malang, dalam sambutannya menjelaskan bahwa manusia lahir di dunia untuk selalu memberikan manfaat kepada sesamanya.
“khoirunnas anfauhum linnas, disitulah mausia diukur. Orang yang baik itu bukan yang pintar ngomong, yang suka ngerasani orang tapi yang bermanfaat bagi orang lain” tegasnya.
Masjid Harus Tuntaskan Masalah Umat
Ir Kusnadi Ikhwan MM membuka tausiyahnya dengan semangat berkobar-kobar dan menceritakan perjuangannya menjadi takmir Masjid Al-Falah sragen. Ia menuturkan bahwa masjidnya terbuka selama 24 jam, dan masjid ramah musafir,
“Masjid harus menyelesaikan permasalahan umat, jamaah masjid anti janda, anti duda karena dari masjid dicarikan jodoh” ujarnya disambut gelak tawa para jama’ah.
Kusnadi mengisahkan seorang Ikhwan kesehariannya dimasjid menata sandal sehingga ada seorang akhwat mau untuk dinikahi sang penata sandal. Akhirnya mereka dinikahkan dengan proses yang begitu panjang karena keluarga akhwat tidak setuju. “Jadi yang susah cari jodoh, ke masjid nata sandal” lanjutnya.
Bagi yang punya masalah keluarga silahkan konsultasi ke Masjid Al-Falah sragen. Karena masjid bukan tempat sholat saja tapi tempat mencari solusi umat. Ada jargon yang diajarkan oleh Kusnadi yaitu “Masjid makmur, memakmurkan”.
“Dari masjid kita bangkit, banyak orang sujud insyaallah pertolongan dari langit langsung datang. Apapun masalahnya, masjid solusinya” tuturnya.
“Mengurus masjid itu jangan seadanya, Bila ada niat pasti ada jalan, bila tidak ada niat pasti ada alasan” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kusnadi memberikan beberapa tips untuk mengurus masjid. yaitu:
- Beri ruang dan uang untuk anak muda karena mengurus masjid mengandung keberkahan.
- Ada resep untuk mengurus masjid agar bisa ramai Ada wifi, Bisa untuk ngopi, Ada makan, Kalau siap nikah Carikan istri atau suami, ajak Rekreasi.
Menurutnya, mengurus masjid itu membutuhkan otoritas. “Bangun struktur organisasi, Transparan keuangan, Rangkul anak muda. Oleh Karena saya belajar di masjid jogokariyan Jogja, maka saya menggunakan Konsep ATPESS. Amati Tiru Persis Eksekusi Sampai Sukses” tegasnya.
Muhammadiyah lahir dari langgar kidul. Rasulullah membangun peradaban dari masjid Nabawi. Mudah-mudahan semangat ini membakar semangat semuanya untuk memakmurkan masjid karena peradaban dunia lahir dari masjid.





0 Tanggapan
Empty Comments