Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Syafiq Mughni Paparkan Internasionalisasi Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Prof Syafiq Mughni Paparkan Internasionalisasi Muhammadiyah
Prof Syafiq A. Mughni ketika mengisi Pengajian Ahad Pagi di PCM Candi. Foto: Istimewa/PWMU.CO
Oleh : Ali Muchsin

Pengajian Rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candi yang digelar di Masjid Baiturrahim Kampus 2 Umsida Gelam, Candi, Ahad (31/5/2026), menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A., sebagai narasumber.

Dalam kajian yang berlangsung pukul 06.00–08.00 WIB tersebut, Prof. Syafiq menyampaikan materi bertajuk “Internasionalisasi Muhammadiyah”. Ia mengulas peran strategis Muhammadiyah dalam menjawab berbagai tantangan global sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat dunia.

Menurut Prof. Syafiq, langkah Muhammadiyah untuk memperluas kiprah di tingkat internasional telah menjadi salah satu agenda penting organisasi sejak Muktamar Muhammadiyah di Solo. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat global melalui nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi sosial-keagamaan terbesar dan terkemuka di dunia yang telah menunjukkan keberhasilan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Namun, perkembangan zaman serta dinamika global menuntut Muhammadiyah mengambil peran yang lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Tantangan Islamofobia

Dalam pemaparannya, Prof. Syafiq menyoroti fenomena Islamofobia yang masih menjadi tantangan besar bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, munculnya pandangan negatif terhadap Islam tidak dapat dilepaskan dari faktor sejarah, termasuk narasi Perang Salib yang kerap menggambarkan Islam secara tidak proporsional. Padahal, sejarah mencatat bahwa peradaban Islam memiliki kontribusi besar dalam menegakkan nilai keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

Selain faktor sejarah, meningkatnya populasi Muslim di sejumlah negara serta munculnya kelompok-kelompok ekstrem yang melakukan kekerasan atas nama agama turut memperkuat stigma negatif terhadap Islam di sebagian masyarakat dunia.

“Kondisi ini membutuhkan representasi Islam yang damai, moderat, dan mencerahkan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah hadir membawa misi Islam rahmatan lil ‘alamin, yaitu Islam yang menghadirkan kedamaian, pencerahan, dan kemajuan bagi seluruh umat manusia.

Kiprah Global Muhammadiyah

Prof. Syafiq menjelaskan, internasionalisasi Muhammadiyah diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, antara lain pendirian Cabang Istimewa Muhammadiyah di berbagai negara, penguatan jejaring global, serta partisipasi aktif dalam forum-forum internasional.

Ia mencontohkan perkembangan Muhammadiyah Australia College di Melbourne yang menjadi salah satu model pendidikan Islam modern dan inklusif di luar negeri. Keberhasilan lembaga tersebut bahkan mendorong rencana pengembangan ke kota-kota lain, termasuk Sydney.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain di bidang pendidikan, Muhammadiyah juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi lintas negara dan lintas agama. Kolaborasi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat dialog, memperluas jaringan kemanusiaan, serta memperkenalkan nilai-nilai Islam Berkemajuan kepada masyarakat internasional.

Tiga Agenda Utama Muhammadiyah Global

Dalam kebijakan globalnya, Muhammadiyah memfokuskan kiprah internasional pada tiga agenda utama.

Pertama, berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia, termasuk melalui keterlibatan dalam berbagai upaya perdamaian di sejumlah wilayah, seperti Filipina Selatan.

Kedua, memperjuangkan keadilan bagi seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, suku, ras, maupun latar belakang sosial lainnya.

Ketiga, berperan aktif dalam menghadapi berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim, krisis kemanusiaan, dan berbagai tantangan peradaban kontemporer.

Prof. Syafiq menambahkan, kepercayaan masyarakat internasional terhadap Muhammadiyah semakin meningkat. Hal itu terlihat dari berbagai kerja sama kemanusiaan yang melibatkan organisasi dan tokoh lintas agama, serta undangan kepada Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam forum-forum internasional membahas isu-isu global, termasuk Islamofobia dan harmoni antarperadaban.

Menutup kajiannya, Prof. Syafiq menegaskan bahwa internasionalisasi Muhammadiyah bukan sekadar memperluas jaringan organisasi ke berbagai negara, melainkan ikhtiar menghadirkan solusi bagi persoalan kemanusiaan dan peradaban dunia.

“Dengan pengalaman panjang di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan dakwah, Muhammadiyah diharapkan terus menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, berkeadilan, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

Pengajian yang dihadiri jamaah dari berbagai unsur Muhammadiyah serta masyarakat umum tersebut berlangsung dengan antusias. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mengenai pentingnya peran Muhammadiyah di kancah global sekaligus memperkuat optimisme bahwa Islam dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun peradaban dunia yang lebih damai, maju, dan berkeadilan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 31/05/2026 12:01
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu