Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peduli Kader Muhammadiyah, Tiga Tokoh Dorong Ekspansi Intelektual hingga Penguatan Jejaring Global

Iklan Landscape Smamda
Peduli Kader Muhammadiyah, Tiga Tokoh Dorong Ekspansi Intelektual hingga Penguatan Jejaring Global
Acara Syukuran Kelulusan dan Keberangkatan Anggota Surabaya Academia Forum (SAF) di Depot Bu Rudy Surabaya, Rabu (15/7/2026) malam. Foto: Umsura
pwmu.co -

Kepedulian terhadap kader Muhammadiyah dan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia menjadi pembahasan utama dalam acara Syukuran Kelulusan dan Keberangkatan Anggota Surabaya Academia Forum (SAF) bertema Ekspansi Intelektual Menebar Keberkahan yang digelar di Depot Bu Rudy, Jalan Dharmahusada, Surabaya, Rabu (15/7/2026) malam.

Acara tersebut menjadi momentum pelepasan sejumlah kader Muhammadiyah yang akan melanjutkan studi ke luar negeri.

Selain menjadi ajang syukur, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi mengenai bagaimana Persyarikatan perlu terus menyiapkan kader unggul yang mampu berkiprah di berbagai sektor, baik di dunia akademik, pemerintahan, maupun dunia profesional.

Hadir dalam acara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua, serta Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Dr. Suli Da’im, MM, yang juga menjabat Ketua Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Kader Harus Menjadi Problem Solver

Dalam sambutannya, Prof. Sukadiono menegaskan, perjalanan organisasi tidak bisa dilepaskan dari sejarah. Menurutnya, mengingat masa lalu penting dilakukan agar menjadi pelajaran dalam menyiapkan masa depan kader Muhammadiyah.

Dia kemudian berbagi pengalaman selama memimpin Universitas Muhammadiyah Surabaya, termasuk dinamika yang pernah dihadapi ketika mendapat demonstrasi dari mahasiswa.

Baginya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam membangun organisasi yang sehat.

Peduli Kader Muhammadiyah, Tiga Tokoh Dorong Ekspansi Intelektual hingga Penguatan Jejaring Global
Prof. Sukadiono menyampaikan pesan via Zoom. Foto: Umsura

Lebih jauh, Sukadiono menekankan pentingnya pemberdayaan kader. Menurutnya, Muhammadiyah harus memiliki kepedulian agar kader-kader terbaik mendapatkan ruang untuk berkarya di berbagai bidang.

“Harus ada tempat bagi kader Muhammadiyah, baik di pemerintahan, dunia pendidikan, maupun berbagai instansi lainnya,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK ini.

Sukadiono mengakui, daya tampung di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya tentu memiliki keterbatasan. Namun demikian, kepedulian terhadap kader tetap harus diwujudkan melalui kolaborasi dengan para kader senior yang telah berkiprah di berbagai profesi.

“Kalau di Umsura terbatas, kader senior yang sudah berada di pemerintahan, dunia usaha, maupun profesi lainnya harus ikut membantu membuka jalan bagi kader-kader muda,” katanya.

Sukadiono juga menyampaikan apresiasi atas semakin banyak kader Muhammadiyah yang berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan modal penting untuk memperkuat daya saing Persyarikatan di tingkat global.

Dia berpesan agar kader Muhammadiyah mampu menjadi problem solver, bukan trouble maker.

“Kader Muhammadiyah harus menjadi penyelesai masalah, bukan pembuat masalah. Jadilah agen perubahan yang menghadirkan perubahan positif serta mampu beradaptasi pada posisi dan level apa pun,” tegasnya.

Ekspansi Intelektual untuk Membangun Peradaban

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof. Mundakir menilai keberanian kader Muhammadiyah melanjutkan studi ke luar negeri merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, tema Ekspansi Intelektual Menebar Keberkahan tidak sekadar berbicara mengenai perpindahan tempat belajar, melainkan perluasan wawasan untuk membangun peradaban yang lebih baik.

“Ini adalah investasi SDM. Kader Muhammadiyah harus berani bersaing di tingkat global agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa dan Persyarikatan,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Peduli Kader Muhammadiyah, Tiga Tokoh Dorong Ekspansi Intelektual hingga Penguatan Jejaring Global
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Prof. Mundakir. Foto: Umsura

Meski demikian, Mundakir mengingatkan bahwa capaian akademik tidak boleh membuat kader kehilangan jati diri. Identitas sebagai kader Muhammadiyah harus tetap melekat di mana pun berada.

Dia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi fondasi dalam setiap langkah pengabdian.

“Pegang teguh identitas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Jadilah pribadi yang membawa manfaat, memiliki karakter yang baik, serta meninggalkan kesan positif bagi siapa pun yang ditemui,” pesannya.

Mundakir juga mengingatkan agar seluruh proses belajar diawali dengan niat yang benar.

“Niat yang lurus akan melahirkan keberkahan. Semoga teman-teman yang berangkat ini bisa menjadi inspirasi bagi kader Muhammadiyah lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri,” katanya.

Kepedulian Sukadiono terhadap Kader

Sementara itu, Dr. Suli Da’im memberikan apresiasi kepada Prof. Sukadiono atas konsistensinya dalam memberikan ruang bagi kader Muhammadiyah untuk berkembang.

Menurut Suli, kepedulian tersebut sudah terlihat sejak Sukadiono menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Dia mengingat kembali kebijakan saat itu ketika Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menjadi satu-satunya organisasi mahasiswa ekstra kampus (OMEK) yang diakui di lingkungan kampus.

Peduli Kader Muhammadiyah, Tiga Tokoh Dorong Ekspansi Intelektual hingga Penguatan Jejaring Global
Anggota Komisi E DPRD Jatim Dr. Suli Da’im. Foto: Umsura

“Beliau memiliki perhatian besar terhadap kader Muhammadiyah. Sikap seperti ini penting karena kader membutuhkan ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Suli menegaskan, peningkatan kapasitas kader merupakan investasi strategis bagi masa depan amal usaha Muhammadiyah. Banyak fakta menunjukkan bahwa alumni IMM telah mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.

Karena itu, menurutnya, proses kaderisasi harus terus diperkuat agar mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas.

Suli juga membagikan nasihat almarhum Prof. Malik Fadjar yang hingga kini masih relevan bagi para pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Dia menyebutkan ada tiga pesan penting yang selalu diingatnya. Pertama, setiap pemimpin AUM harus mampu membantu dan memperkuat Persyarikatan Muhammadiyah.

Kedua, membangun kelompok yang memiliki visi yang sama untuk menyiapkan masa depan bersama.

Ketiga, merangkul orang-orang yang kritis karena dari pemikiran kritis akan lahir berbagai gagasan yang mendorong kemajuan organisasi.

Selain itu, Suli mengingatkan pentingnya memperluas jejaring (networking). Menurutnya, kemampuan membangun kolaborasi menjadi salah satu modal utama agar kader Muhammadiyah mampu berkiprah secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 15/07/2026 23:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu