Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Kelompok 18 menggelar penyuluhan pencegahan stunting yang dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Dusun Gelaran, Desa Dungus, Kabupaten Kediri, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh Ketua KKN Kelompok 18, Ilham Fajri M. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai stunting yang mencakup pengertian, faktor penyebab, dampak terhadap tumbuh kembang anak, serta langkah-langkah pencegahannya.
Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Upaya pencegahannya meliputi pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak, pemberian ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan balita secara berkala, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Penyuluhan diikuti warga Dusun Gelaran, terutama ibu hamil, ibu yang memiliki bayi dan balita, kader Posyandu, serta masyarakat umum. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab mengenai pola makan, kesehatan anak, serta pemantauan tumbuh kembang balita.
Salah seorang peserta, Sri, yang rutin mengikuti kegiatan Posyandu, mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui penyuluhan tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang saya jadi lebih paham kalau stunting itu bukan cuma soal anak pendek. Ternyata dari ibu hamil juga sudah harus dijaga makanannya, terus anak juga harus rutin ditimbang di Posyandu. Semoga penyuluhan seperti ini sering diadakan, soalnya masih banyak warga yang belum tahu,” tuturnya.
Setelah penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran lingkar perut dan lingkar lengan, pemeriksaan kadar asam urat, serta pemeriksaan kesehatan mata.
Mahasiswa KKN Kelompok 18 berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pihak terkait dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Mereka membantu mengatur antrean, mendata peserta, mendampingi proses pemeriksaan, serta memberikan informasi awal terkait hasil pemeriksaan. Peserta yang memperoleh hasil di luar batas normal dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Ketua KKN Kelompok 18, Ilham Fajri M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting serta memiliki kesadaran untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala. Edukasi seperti ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah disusun. Melalui program ini, mahasiswa KKN Umsura Kelompok 18 memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting sekaligus memfasilitasi pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat Dusun Gelaran. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, pemantauan pertumbuhan anak, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments