Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Menilik Serunya Fun Cooking Iwama dan TPA KB TK ABA Bebekan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Menilik Serunya Fun Cooking Iwama dan TPA KB TK ABA Bebekan
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai kegiatan fun cooking Ikatan Wali Murid Aisyiyah (Iwama) bekerjasama dengan TPA TC KB TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan di Tobys Sepanjang, Senin (20/10/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 215 siswa (TPA TC KB TK) sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi anak usia dini.

Kegiatan fun cooking menjadi satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengalaman langsung.

Tidak hanya mengenal bahan makanan dan proses mengolahnya, anak-anak juga diajak terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

Mulai dari mengenali bahan, mengikuti arahan guru dan Iwama, hingga menyelesaikan kegiatan menghias menu bento pop chiken bersama.

Seluruh siswa mengikuti setiap proses dengan suasana yang menyenangkan dan antusias. Pengalaman ini memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba hal baru, melatih keberanian, serta mengembangkan keterampilan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Learning By Doing

Kepala TK ABA Bebekan menyampaikan terima kasihnya kepada Iwama yang telah berkolaborasi dengan pihak sekolah dan toby’s sepanjang yang menjadi lokasi anak-anak dalam kegiatan fun cooking.

“Sehingga menghadirkan pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan sekaligus menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak” tuturnya.

Melalui kegiatan fun cooking, memberikan pengalaman belajar konkrit bagi anak agar dapat memahami sesuatu melalui learning by doing dan menyenangkan.

“Anak tidak hanya belajar mengenal bahan makanan dan proses pengolahannya, tetapi juga belajar mengikuti instruksi, menunggu giliran, bekerja sama, menjaga kebersihan, serta bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak yang optimal” ungkap seorang Iwama selaku ketua pelaksana kegiatan.

Kembangkan Berbagai Aspek Perkembangan Anak

Kegiatan fun cooking bukan sekadar aktivitas memasak atau membuat makanan saja.

Namun di balik proses yang terlihat sederhana terdapat berbagai kesempatan belajar yang dapat menstimulasi aspek perkembangan anak usia dini.

Perwakilan Iwama sekaligus dosen PG PAUD Umsura, menambahkan bahwa aspek perkembangan yang diperoleh anak melalui kegiatan fun cooking, yaitu:

1. Motorik halus: Anak mendapatkan stimulasi koordinasi jari tangan saat mengambil dan meletakkan bahan, mengepal nasi hingga menghias menu bento pop chiken.

Aktivitas ini membantu anak mengembangkan koordinasi mata dan tangan dan keterampilan kecakapan hidup yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kognitif: Anak memperoleh pengalaman mengenali warna, bentuk, tekstur, aroma, dan karakteristik bahan makanan.

Anak juga dapat belajar membandingkan ukuran wortel, mengurutkan langkah kegiatan, serta memahami hubungan sederhana antara tindakan dan hasil yang diperoleh.

3. Bahasa: Anak mendengarkan instruksi, menyebutkan nama bahan, menjawab pertanyaan, dan menceritakan pengalaman mereka .

4. Sosial emosional: anak belajar menunggu giliran, menghargai hasil karya teman, meminta bantuan, dan kesempatan membangun rasa percaya diri ketika berhasil menyelesaikan tahapan kegiatan secara mandiri maupun dengan pendampingan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif sejak dini.

Peran guru dan orang tua diharapkan dapat terus memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat dalam kegiatan praktis di rumah yang aman dan sesuai dengan usianya.

Aktivitas sederhana di rumah, seperti membantu menyiapkan makanan, mencuci bahan masakan dengan pendampingan, mengaduk adonan yang aman atau menata perlengkapan makan dapat menjadi kelanjutan pengalaman belajar dari sekolah.

Mitra Penting Wali Murid dan Sekolah

Keterlibatan Iwama dalam kegiatan fun cooking menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak usia dini.

Iwama sebagai wadah komunikasi dan partisipasi wali murid memiliki peran strategis dalam menjembatani keterlibatan orang tua dengan berbagai program sekolah.

Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru ketika anak berada di lingkungan sekolah. Orang tua juga memiliki peran besar dalam membangun kebiasaan, memberikan stimulasi, dan menciptakan pengalaman belajar yang berkelanjutan di rumah.

Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat pendidikan Aisyiyah yang menempatkan pendidikan sebagai ikhtiar bersama untuk membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, berakhlak baik, dan memiliki keterampilan hidup sesuai tahap perkembangannya.

Belajar Gembira, Bertumbuh Bermakna

Pelaksanaan fun cooking selama dua hari memberikan kesempatan kepada seluruh siswa TPA TC KB TK Aisyiyah Bebekan untuk memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan anak.

Setiap proses menjadi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mencoba, bertanya, berinteraksi, dan belajar menghargai usaha diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pendidikan anak usia dini, keberhasilan pembelajaran tidak semata-mata diukur dari hasil akhir atau bentuk makanan yang dihasilkan.

Proses ketika anak berani mencoba, mengikuti arahan, menyelesaikan tugas, bekerja sama, dan menunjukkan rasa ingin tahu merupakan bagian penting dari capaian pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, TPA TC KB TK Aisyiyah Bebekan bersama Iwama berharap dapat terus membangun lingkungan pendidikan yang kolaboratif, menyenangkan, dan berpihak pada kebutuhan anak.

Kebersamaan sekolah dan keluarga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, sekaligus menanamkan kemandirian, kreativitas, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Kegiatan fun cooking menjadi pengingat bahwa pembelajaran yang bermakna dapat dimulai dari pengalaman sederhana.

Ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba, berkreasi, dan belajar bersama dalam suasana yang menggembirakan, setiap kegiatan dapat menjadi pengalaman berharga yang mendukung proses tumbuh dan berkembangnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 23/10/2026 02:19
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu