Suasana di dalam Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelang waktu Maghrib, Sabtu (8/8/2026), terasa begitu menegangkan bagi delegasi SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix).
Setelah bertarung sengit melewati tiga tahapan seleksi ketat sejak pagi, tiga siswa terbaik SD Musix yang berhasil menembus babak final hanya bisa terdiam sembari menatap panggung utama, menanti pengumuman pemenang Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026.
Ketiga finalis tangguh tersebut adalah:
- Tsalisa Kinar Arrumi – Finalis ISMU fil Arabia
- Aufkla Rain Ananta Diev – Finalis Olimpiade Matematika
- Sasadara Athviya Effendi – Finalis Olimpiade IPS
Raut wajah tegang tak mampu disembunyikan. Sesekali mereka berbincang pelan dengan guru pendamping untuk mengusir rasa cemas, sebelum akhirnya kembali menatap lurus ke arah panggung pengumuman.
Nama Disebut, Gemuruh Sukacita Pecah
Detik-detik penantian yang mendebarkan itu akhirnya pecah ketika dewan juri membacakan deretan pemenang satu per satu.
Suasana yang semula hening mencekam berubah seketika menjadi gemuruh kegembiraan saat nama Tsalisa Kinar Arrumi digelorakan sebagai peraih Medali Emas cabang ISMU fil Arabia. Pekik syukurlah dan sorak-sorai rombongan SD Musix langsung menyeruak di tengah kerumunan massa. Wajah tegang Kinar seketika luluh menjadi senyum lega bercampur haru.
Kebahagiaan kontingen SD Musix makin lengkap tatkala nama Aufkla Rain Ananta Diev diumumkan sebagai peraih Medali Perunggu cabang Olimpiade Matematika. Sorak kegembiraan kembali bergemuruh menyambut prestasi prestisius tersebut.
Sementara itu, keberhasilan Sasadara Athviya Effendi hingga melangkah jauh menembus babak final Olimpiade IPS menjadi pilar penting yang mengokohkan kejayaan kontingen SD Musix di kancah nasional.
“Alhamdulillah, hasil tidak pernah mengkhianati usah. Usaha yang dilakukan anak-anak memang luar biasa. Persiapan Kinar bukan cuma hitungan hari sebelum lomba, tapi lewat proses latihan yang panjang. Alhamdulillah, semua ikhtiar itu akhirnya membuahkan hasil indah,” tutur Muthmainatul Fuadah SPdI, ibunda dari Kinar, penuh rasa syukur.
Buah dari Ketekunan dan Spiritual yang Terjaga
Pencapaian manis ini tentu tidak diraih secara instan. Sejak Jumat (7/8/2026), sebanyak 11 delegasi SD Musix didampingi para guru telah bertolak ke Malang lebih awal untuk memantapkan fisik dan mental.
Tak hanya mengasah akademis, kesiapan spiritual juga menjadi resep utama. Sabtu dini hari sebelum melangkah ke arena lomba, para peserta mengawali aktivitas dengan salat Tahajud, membersihkan diri, dilanjutkan salat Subuh berjamaah dan santap pagi bersama.
“Pagi hari anak-anak sudah segar semua. Setelah salat Tahajud, bersih diri, salat Subuh, dan sarapan bersama, mereka menuju Dome UMM dengan stamina dan mental yang siap,” terang Kepala Urusan Kesiswaan SD Musix, Ninik Nurfarida SPd.
Proses Pendidikan Karakter Utama
Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini diikuti oleh ribuan peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK se-Indonesia.
Untuk bisa naik ke podium, para peserta harus melintasi tiga babak yang menguji ketahanan mental: babak penyisihan dan babak kedua berupa ujian tulis, serta babak final berupa uji presentasi dan unboxing project di depan tim juri.
Kepala Urusan Kurikulum SD Musix, Anisa Herwati SPd MPd, menegaskan bahwa keikutsertaan siswa di ME Awards merupakan ruang pembelajaran yang sangat kaya nilai.
“Di ajang seperti ME Awards inilah anak-anak menempa keterampilan berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kreativitas secara nyata. Lebih dari sekadar mengejar medali, mereka belajar tentang keberanian, pengelolaan waktu, dan kejujuran berproses,” jelas Anisa.
Sore menjelang Maghrib di Dome UMM menjadi saksi bisu perjalanan indah delegasi SD Musix. Dari sajadah Tahajud menuju panggung podium, dari doa khusyuk menuju rentetan prestasi—membuktikan bahwa dengan ikhtiar optimal dan keteguhan iman, setiap proses akan bermuara pada kemenangan yang berkesan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments