Komitmen SMK Muhammadiyah 8 Siliragung (SMK Models) Banyuwangi untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas di bidang teknologi tetapi juga peka terhadap kelestarian alam, kini memasuki babak baru.
Pada Rabu (08/07/2026) di Ballroom sekolah, berlangsung peluncuran (launching) resmi SMK Models menuju Sekolah Adiwiyata.
Agenda besar ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan sekolah vokasi terbesar di Korwil 6 tersebut.
Peluncuran program bergengsi ini dipimpin langsung oleh Kepala SMK Models, Rudy Agus Setiawan ST.
Integrasi Budaya Peduli Lingkungan dalam KBM
Program Adiwiyata di SMK Models dirancang secara matang untuk mengintegrasikan nilai-nilai serta budaya peduli lingkungan hidup ke dalam seluruh aspek kegiatan belajar mengajar, manajemen sekolah, hingga tata kelola ekosistem lingkungan di area sekolah sehari-hari.
“Sebagai institusi pendidikan yang terus tumbuh besar dengan jumlah siswa yang kini menembus angka 1.520 anak, kami ingin memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar” terangnya.
“Launching Adiwiyata ini adalah langkah awal dari komitmen jangka panjang kami untuk menciptakan ekosistem sekolah yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan” tegas Rudy Agus Setiawan dalam pidato sambutannya.
Momen puncak dari peluncuran ini ditandai dengan prosesi seremonial yang diresmikan melalui penyerahan Sertifikat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur.
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Imron Rosyadi ST kepada Kepala SMK Models sebagai bukti legalitas dukungan pemerintah provinsi.
Tidak berhenti di situ, guna menunjukkan aksi nyata dari komitmen pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah, juga berlangsung prosesi penyerahan tumbler (botol minum isi ulang).
Gerakan Green School
Kepala SMK Models menyerahkan tumbler khusus ini secara langsung kepada Kasi SMK Banyuwangi serta Pengawas SMK Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bambang Sulistio SStPi MM sebagai simbol dukungan penuh terhadap gerakan sekolah hijau (green school).
Gerakan ini mendapat apresiasi dan dorongan kuat dari Zahrotul Janah SKom MM selaku Inisiator Merdeka Sampah sekaligus Focal Point Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi yang turut hadir dalam acara tersebut.
Ia menekankan bahwa kesuksesan program Adiwiyata terletak pada integrasi tindakan nyata dari seluruh elemen sekolah secara konsisten.
“Adiwiyata ini adalah momentum seluruh warga sekolah untuk sinergi dan kolaborasi dalam mengupayakan suasana pendidikan yang ramah bumi, terutama pencegahan sampah” tutur Zahrotul Janah.
“Sebaik-baik pengelolaan sampah adalah yang berhasil mencegah sampah itu ada, termasuk dengan setia membawa tumbler mencegah sampah kemasan air minum” tegasnya saat memberikan pandangannya di podium.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa kehadiran program Adiwiyata di SMK Models bukan sekadar pemenuhan instrumen penilaian di atas kertas.
Gerakan Kecil, Dampak Besar
Lebih dari itu, program ini merupakan gerakan moral budaya untuk mengubah gaya hidup seluruh warga sekolah agar lebih bijak dalam memproduksi limbah harian.
Pihak manajemen sekolah berharap, gerakan kecil yang dimulai dari penggunaan wadah minum mandiri ini dapat menumbuhkan kebiasaan positif yang berdampak besar.
Dengan total 1.520 siswa yang aktif membawa tumbler, sekolah secara tidak langsung telah mereduksi ribuan sampah botol plastik sekali pakai setiap minggunya.
Acara peluncuran Sekolah Adiwiyata yang berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat ini berakhir dengan sesi foto bersama jajaran dinas, pengawas, serta kader hijau sekolah.
Melalui peresmian program ini, SMK Models kini resmi bergerak dinamis, membuktikan bahwa sekolah berbasis teknologi informasi dan industri modern juga mampu berjalan selaras menjaga keasrian bumi demi masa depan generasi penerus bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments