Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur Fathurrahim Syuhadi menyampaikan ucapan selamat Milad ke-24 Lazismu. Ia mengapresiasi perjalanan Lazismu sebagai lembaga filantropi Muhammadiyah yang terus menghadirkan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan melalui gerakan zakat, infak, sedekah, dan pemberdayaan masyarakat.
Fathurrahim Syuhadi mengatakan, 24 tahun perjalanan Lazismu merupakan bukti komitmen Muhammadiyah dalam membangun gerakan filantropi yang dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan berorientasi pada kemanfaatan yang luas.
“Atas nama Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, saya mengucapkan selamat Milad ke-24 Lazismu. Semoga Lazismu semakin maju, semakin amanah, dan terus menjadi gerakan filantropi Islam yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar penulis Buku Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur ini
Menurut Fathurrahim, Lazismu telah berkembang menjadi kekuatan sosial yang tidak hanya bergerak pada penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menjadi motor pemberdayaan umat melalui berbagai program strategis.
“Gerakan Lazismu telah melampaui batas wilayah dan terus berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang lintas batas, bahkan lintas negara. Kepedulian Lazismu hadir ketika masyarakat membutuhkan, baik dalam penanganan bencana, bantuan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, maupun berbagai program sosial lainnya,” katanya, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, kiprah Lazismu terlihat melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan. Dalam bidang pendidikan, Lazismu berkontribusi melalui beasiswa, bantuan pendidikan, dan penguatan akses belajar bagi masyarakat.
Di bidang kesehatan, Lazismu hadir memberikan pelayanan dan bantuan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara dalam bidang ekonomi, Lazismu mendorong kemandirian melalui program pemberdayaan usaha produktif.
“Gerakan Lazismu bukan sekadar mengelola dana umat, tetapi menghadirkan solusi, membangun kemandirian, dan memperkuat kepedulian sosial. Inilah semangat Islam berkemajuan yang terus diperjuangkan Muhammadiyah,” ungkap Wakil Ketua LPCRPM PWM Jawa Timur ini
Fathurrahim menambahkan, keberhasilan Lazismu selama 24 tahun tidak lepas dari kerja keras para amil, relawan, pimpinan, mitra, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan. Menurutnya, amanah publik tersebut harus terus dijaga melalui pengelolaan yang profesional, akuntabel, dan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah besar. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas harus terus menjadi nilai utama dalam perjalanan Lazismu ke depan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Hizbul Wathan akan terus membangun sinergi dengan Lazismu di berbagai tingkatan dan wilayah. Menurutnya, nilai-nilai kepanduan HW yang mengajarkan kepedulian, pengabdian, disiplin, dan tanggung jawab memiliki kesamaan visi dengan gerakan filantropi Lazismu.
“Di mana pun Hizbul Wathan berada, sinergi dengan Lazismu harus terus diperkuat. Pandu Hizbul Wathan dari tingkat anak-anak Tunas Athfal (PAUD), Pandu Athfal, Pandu Pengenal, Pandu Penghela, Pandu Penuntun tingkat perguruan tinggi, hingga seluruh kader HW di berbagai jenjang dapat mengambil peran dalam mendukung gerakan filantropi Lazismu,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan Pandu HW dalam program Lazismu menjadi bagian dari pendidikan karakter dan kaderisasi sosial. Generasi muda tidak hanya dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak, tetapi juga memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap persoalan umat dan kemanusiaan.
Pada momentum Milad ke-24 Lazismu, Fathurrahim berharap Lazismu semakin berkembang, memperluas jaringan manfaat, dan terus menjadi kekuatan dakwah sosial Muhammadiyah.
“Semoga Lazismu terus tumbuh, memperkuat kolaborasi, memperluas kebermanfaatan, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, dan berkemajuan,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments