Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MPLS Ramah SD Muhammadiyah Manyar: Awali Perjalanan Belajar dengan Bahagia dan Bermakna

Iklan Landscape Smamda
MPLS Ramah SD Muhammadiyah Manyar: Awali Perjalanan Belajar dengan Bahagia dan Bermakna
Seluruh siswa kelas I dan didampingi ustaz dan ustazah mengikuti kegiatan School Habit di ruang Perpustakaan Hachi SD Muhammadiyah Manyar, Jum'at (17/7/2027). (Atiq/PWMU.CO).
pwmu.co -

Tawa riang dan wajah penuh antusias tampak menghiasi halaman SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik pada awal Tahun Ajaran 2026/2027.

Sebanyak 120 murid kelas I resmi memulai perjalanan pendidikan mereka melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berlangsung selama lima hari, Senin-Jumat (13-17/7/2026).

Para murid baru tersebut terbagi ke dalam empat rombongan belajar, yaitu Kelas I Pinus, I Mahoni, I Akasia, dan I Cemara, yang siap mengawali pengalaman belajar dengan penuh semangat.

Program “Melekat”

Berbeda dengan pelaksanaan MPLS pada umumnya, SD Muhammadiyah Manyar menghadirkan identitas khas melalui program “Melekat” yang merupakan akronim dari Mengenal Lebih Dekat.

Nama tersebut bukan sekadar slogan, melainkan menjadi filosofi bahwa hari-hari pertama di sekolah harus menjadi momen bagi setiap anak.

Khususnya untuk mengenal lebih dekat guru, teman, lingkungan belajar, budaya sekolah, hingga nilai-nilai yang akan mereka tumbuhkan selama menempuh pendidikan di SDMM.

Lebih dari itu, “Melekat” menjadi simbol harapan agar setiap anak merasa diterima, dicintai, dan menjadi bagian dari keluarga besar SD Muhammadiyah Manyar.

Sekolah ingin memastikan bahwa pengalaman pertama anak di sekolah bukanlah pengalaman yang menegangkan, melainkan pengalaman yang menyenangkan, penuh kehangatan, dan membangun rasa percaya diri.

Semangat tersebut sejalan dengan kebijakan MPLS Ramah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari perundungan, serta menghargai hak-hak setiap anak.

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, SD Muhammadiyah Manyar menggelar First Day School (FDS) bertema “Srawung Bocah Riangtara”.

Tema ini mengandung makna membangun keakraban dan kebersamaan dalam suasana yang penuh keceriaan. “Srawung” menggambarkan semangat saling mengenal dan menjalin persaudaraan.

Sedangkan “Bocah Riangtara” mencerminkan anak-anak yang ceria, bahagia, dan bersemangat menyambut petualangan baru di sekolah.

Hadirkan Reog Ponorogo

Suasana penyambutan pun terasa begitu istimewa. Seluruh warga sekolah bersama-sama menyambut kedatangan murid baru dengan berbagai kegiatan yang menggembirakan.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penampilan Reog Ponorogo, sebuah warisan budaya Indonesia yang telah mendunia.

Melalui pertunjukan tersebut, SDMM tidak hanya memberikan hiburan kepada semua murid, tetapi juga mengenalkan kekayaan budaya Nusantara sejak hari pertama sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Kegiatan First Day School semakin semarak dengan upacara penyambutan, senam bersama, peluncuran buku karya sekolah, permainan interaktif, hingga berbagai aktivitas yang membuat murid baru merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.

SMPM 5 Pucang SBY

Sambutan hangat dari guru, tenaga kependidikan, kakak kelas, serta seluruh warga sekolah menjadi awal yang membahagiakan bagi anak-anak dalam memasuki dunia pendidikan dasar.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, seluruh kegiatan disusun secara sistematis sesuai dengan panduan Kemendikdasmen dan dikembangkan dengan karakter khas SD Muhammadiyah Manyar.

Berbagai materi diberikan melalui pendekatan belajar sambil bermain sehingga anak-anak dapat mengikuti setiap kegiatan dengan antusias tanpa merasa terbebani.

Murid diajak mengenal lingkungan sekolah melalui kegiatan My School My Adventure, memahami budaya dan kebiasaan positif di sekolah, maupun belajar hidup sehat melalui program makan bergizi dan sarapan bersama.

Kemudian mereka juga berkesempatan mengenal keadaban digital, hingga mengikuti pemilihan ketua kelas sebagai pembelajaran demokrasi sejak dini.

Seluruh aktivitas dirancang dalam bentuk permainan, simulasi, cerita, refleksi, dan kegiatan kolaboratif sehingga setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sekaligus menyenangkan.

Fondasi Bangun Karakter

Koordinator Pelaksanaan MPLS Kelas I SD Muhammadiyah Manyar, Ustazah Ajeng Putri Dwi Rohma SPd menyampaikan bahwa MPLS bukan hanya menjadi agenda tahunan sekolah. Tetapi merupakan proses penting dalam membangun fondasi karakter dan kesiapan belajar murid baru.

“Kami berharap melalui MPLS Ramah ini, seluruh murid kelas I dapat mengenal sekolah dengan rasa aman, nyaman, dan bahagia” terang Ajeng.

Menurutnya, anak-anak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, berani berinteraksi dengan guru maupun teman-temannya. Serta mulai menumbuhkan karakter positif sebagai pelajar Muhammadiyah yang berakhlak mulia, mandiri, dan percaya diri.

“Semoga lima hari pertama ini menjadi pengalaman indah yang selalu mereka kenang sebagai awal perjalanan belajar yang menyenangkan di SD Muhammadiyah Manyar” ungkapnya.

Melalui “Melekat”, SD Muhammadiyah Manyar kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berpihak pada anak.

Bagi SDMM, hari pertama sekolah bukan sekadar awal memasuki ruang kelas, melainkan awal membangun hubungan, menumbuhkan rasa memiliki, dan menghadirkan kebahagiaan dalam belajar.

Dengan pengalaman pertama yang positif, sekolah berharap setiap murid dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, berwawasan global, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu