MTs Muhammadiyah 1 Pare (Sekolah Talenta), Kabupaten Kediri, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berpusat pada kebutuhan peserta didik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Tes Psikologi dan Screening Murid Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Jumat–Sabtu (31/7–1/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta didik dan dilaksanakan dalam dua sesi. Hari pertama diperuntukkan bagi siswa reguler, sedangkan hari kedua dikhususkan untuk murid berkebutuhan khusus (ABK).

Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian asesmen. Sebelum pelaksanaan tes, mereka mendapat pengarahan dan motivasi dari Dr. Mulyana, M.Psi., praktisi pendidikan sekaligus Wakil Dewan Pendidikan Kota Surabaya.
Dalam pemaparannya, Dr. Mulyana menjelaskan bahwa asesmen psikologi tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan akademik, tetapi juga memetakan potensi, bakat, karakter, dan kebutuhan belajar setiap peserta didik.
Menurutnya, hasil asesmen akan menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran sekaligus membuka peluang kolaborasi antara madrasah dengan rumah sakit maupun klinik Muhammadiyah, khususnya dalam pengembangan program kesehatan remaja.
“Ikutilah tes dengan kondisi yang siap, sudah sarapan, fokus, dan tidak berada dalam tekanan. Dengan begitu potensi yang dimiliki dapat tergambar secara maksimal. Bisa jadi di antara kalian memiliki bakat sebagai jurnalis, dokter, arsitek, desainer, maupun profesi lainnya,” ujar Dr. Mulyana.
Pelaksanaan tes dipandu oleh Normalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, bersama tim psikolog dari Surabaya.
Ia menjelaskan bahwa proses asesmen berlangsung hampir tiga jam karena peserta harus menyelesaikan berbagai instrumen pemeriksaan secara menyeluruh.
“Hasil pemeriksaan tidak dapat diterbitkan dalam waktu singkat karena pihak madrasah menghendaki asesmen dilakukan secara menyeluruh. Berbeda jika hanya mengukur tingkat IQ, hasilnya memang dapat diketahui lebih cepat,” jelasnya.
Kepala MTs Muhammadiyah 1 Pare, Rhadiesty Megha Putri, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik.
Dengan mengetahui profil psikologis, minat, serta karakter belajar siswa, guru akan lebih mudah menyusun strategi pembelajaran sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai dengan potensi masing-masing.
Normalia mengapresiasi inisiatif MTs Muhammadiyah 1 Pare yang melaksanakan asesmen psikologi secara menyeluruh di tingkat madrasah tsanawiyah.
Menurutnya, langkah tersebut masih relatif jarang dilakukan sehingga menjadi inovasi yang patut diapresiasi.
“Saya melihat ini sebagai langkah yang visioner. Ketika sekolah memahami karakter dan kebutuhan belajar siswanya sejak dini, maka kurikulum maupun proses pembelajaran dapat disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik, bukan sekadar mengikuti pola pembelajaran yang umum,” ungkapnya.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan screening dan asesmen individual bagi murid berkebutuhan khusus (ABK).
Pemeriksaan dilakukan menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, meliputi identifikasi hambatan pendengaran, kesulitan membaca, keterlambatan belajar, hingga berbagai kebutuhan khusus lainnya.
Setiap sesi berlangsung sekitar satu jam untuk dua peserta dengan pendampingan tim psikolog dan asisten.
Suasana asesmen berlangsung hangat dan menyenangkan. Selain mengikuti pemeriksaan psikologis, peserta didik ABK juga diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif berbasis permainan, seperti melempar bola, melompat di atas pola kertas, serta permainan motorik sederhana.
Kegiatan tersebut membantu psikolog memperoleh gambaran kemampuan anak secara lebih alami sekaligus menciptakan suasana yang nyaman selama proses asesmen berlangsung.
Melalui tes psikologi dan screening ABK ini, MTs Muhammadiyah 1 Pare berharap mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi setiap peserta didik sehingga layanan pendidikan benar-benar sesuai dengan karakter serta kebutuhan belajar mereka.





0 Tanggapan
Empty Comments