Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik melaksanakan program pengenalan permainan tradisional di SDN Sumberwuluh, Dawarblandong, Mojokerto. Kegiatan yang berlangsung pada (18–22/8/2026) ini bertujuan mengenalkan kembali permainan tradisional sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui aktivitas bermain.
Program tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah mendapatkan pengenalan dan kesempatan berlatih, siswa mengikuti perlombaan permainan tradisional pada kegiatan Agustusan, 26 Agustus 2026. Permainan yang dikenalkan antara lain gobak sodor dan rangku alu.
Melalui permainan tradisional, siswa diajak berinteraksi dan bekerja sama secara langsung dengan teman-temannya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai sportivitas, tanggung jawab, disiplin, kejujuran, keberanian, kekompakan, dan sikap saling menghargai.
Kepala SDN Sumberwuluh, Jais, S.Pd, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa.
“Program seperti ini sangat positif karena anak-anak bisa bermain sekaligus belajar bekerja sama, disiplin, dan sportif. Kalau kegiatannya bisa dikembangkan, kemungkinan permainan tradisional ini dapat diadopsi menjadi salah satu program sekolah,” ujar Jais, S.Pd.
Pengenalan Permainan Traidisional
Sementara itu, Nurdayati, S.Pd, salah satu guru SDN Sumberwuluh, menilai kegiatan tersebut bermanfaat untuk mengenalkan berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan anak-anak.
“Kegiatannya sangat-sangat bermanfaat untuk anak-anak. Bisa memberikan wawasan tentang macam-macam permainan tradisional. Sedikit banyak juga memengaruhi pola pikir dan kegiatan anak-anak di rumah yang mungkin sering pegang HP. Sekarang jadi kenal permainan tradisional,” ujar Nurdayati, S.Pd.
Antusiasme siswa terlihat saat perlombaan berlangsung. Tirta Atma Galih Pangestu, perwakilan juara pertama lomba gobak sodor, mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru dan dapat bermain bersama teman-temannya.
“Senang, seru, bisa mendapatkan pengalaman baru. Terus semakin rukun sama teman-teman. Selain itu juga mendapatkan hadiah,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Adifa Ufaira Myesa, perwakilan juara pertama lomba rangku alu.
“Senang, bahagia, agak deg-degan. Bisa berkumpul dengan teman-teman. Agak tegang juga soalnya pertama kali main seperti ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PGSD berharap permainan tradisional dapat terus dimainkan di lingkungan sekolah. Selain menjadi upaya melestarikan budaya, permainan tradisional juga dapat menjadi kegiatan sederhana dan menyenangkan untuk membangun kebersamaan serta karakter positif siswa di tengah perkembangan permainan digital. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments