Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Muhammadiyah Kick Off Rojolele Reborn, Perkuat Produksi Padi dan JATAM di Klaten

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Muhammadiyah Kick Off Rojolele Reborn, Perkuat Produksi Padi dan JATAM di Klaten
pwmu.co -

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memulai gerakan Rojolele Reborn melalui penanaman bersama padi varietas Rojolele-104 di Gempol, Kabupaten Klaten, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penguatan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, khususnya sektor pangan melalui pengembangan padi Rojolele.

Program bertajuk Kick Off Rojolele Reborn: Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Kelembagaan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) itu diselenggarakan melalui kerja sama MPM PP Muhammadiyah, PT Danone Indonesia, dan JATAM MPM PDM Klaten.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan penanaman padi secara simbolis. Rojolele Reborn juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali pengembangan varietas padi yang telah dikenal sebagai salah satu identitas Klaten.

Menurutnya, padi Rojolele sebelumnya diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten pada 2013. Muhammadiyah kemudian mengambil peran dalam pengembangannya sejak 2017.

“Momentum hari ini bukan hanya sekedar simbolik kita tanam raya padi Rojolele, tetapi juga sekaligus ini berkenaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, yang sekaligus sebagai momentum membangun kemerdekaan dan kedaulatan pangan Indonesia,” katanya.

Yamin menjelaskan, pemberdayaan kelompok tani menjadi bagian dari langkah Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat dan bangsa.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan konsekuensi dari peran Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang telah hadir dalam pemberdayaan masyarakat bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Karena itu, penguatan sektor pertanian melalui pengembangan padi Rojolele-104 diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kelembagaan para petani yang tergabung dalam Jamaah Tani Muhammadiyah.

Pada tahap awal, penanaman padi Rojolele-104 dilakukan di tiga Cabang Muhammadiyah di Kabupaten Klaten.

Penanaman dilakukan di Gempol dengan luas 8.000 meter persegi, Ceper seluas 5.500 meter persegi, serta Prambanan dengan luas 3.000 meter persegi.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Klaten memiliki posisi penting dalam pengembangan padi Rojolele karena selama ini dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi.

“Apresiasi kepada MPM PP Muhammadiyah yang hari ini menjalankan penanaman padi jenis Rojolele di Jawa Tengah, khususnya di Klaten. Kita tahu Klaten adalah bagian dari lumbung padi Jawa Tengah. Rojolele adalah sebuah branding yang luar biasa untuk beras,” ungkapnya.

Tafsir berharap pengembangan padi Rojolele dapat memperluas akses masyarakat terhadap beras tersebut.

Menurutnya, selama ini beras Rojolele dikenal sebagai bahan pokok bagi kelompok tertentu. Ke depan, ia berharap beras tersebut dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.

Selain memenuhi kebutuhan di dalam negeri, ia juga mendorong adanya pemikiran untuk mengembangkan potensi ekspor.

“Maka mungkin sudah saatnya kita berpikir tidak sekadar impor, tapi juga ekspor. Tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tapi sudah saatnya kita ekspor ke negara lain,” ungkapnya.

Gerakan Rojolele Reborn menjadi langkah awal pengembangan kembali padi Rojolele-104 melalui penguatan kapasitas produksi dan kelembagaan Jamaah Tani Muhammadiyah.

Dari tiga lokasi penanaman di Klaten, gerakan tersebut membawa semangat pemberdayaan petani sekaligus upaya membangun kedaulatan pangan Indonesia.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu