Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, Ruang Belajar Dua Guru Zamzam Memaknai Dakwah dan Pendidikan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, Ruang Belajar Dua Guru Zamzam Memaknai Dakwah dan Pendidikan
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030 Ayunda Monica Subastia, M.Pd.l,dan Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Periode 2022-2026 bersama Guru muda SD Zamzam. (Realita/PWMU.CO)
pwmu.co -

Menjadi pendidik bukan sekadar berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran. Lebih dari itu, mendidik merupakan proses membangun karakter, memberikan keteladanan, serta membimbing murid dengan kesabaran dan kasih sayang.

Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman dua guru SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Eka Putri Andini, S.Pd. dan Anjali Balqis Auliyah, S.Pd., yang menjadi delegasi Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sidoarjo dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Ponorogo.

Keikutsertaan mereka dalam musyawarah wilayah ini menjadi kesempatan untuk belajar, memperluas silaturahmi, bertukar gagasan, sekaligus memperdalam pemahaman tentang peran perempuan muda dalam dakwah Islam berkemajuan.

Nasyiatul Aisyiyah, Ruang Bertumbuh dan Berkhidmat

Bagi Eka dan Anjali, Nasyiatul Aisyiyah bukan sekadar organisasi tempat menjalankan amanah. Organisasi perempuan muda Muhammadiyah ini menjadi ruang untuk bertumbuh, belajar, berdakwah, dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Nasyiatul Aisyiyah bagi kami adalah wadah perempuan muda untuk bertumbuh, belajar, berdakwah, dan memberikan manfaat bagi sesama. Bagi kami, berkhidmat bukan sekadar menjalankan amanah organisasi, tetapi juga menjadi bentuk ibadah dan pengabdian untuk meneruskan perjuangan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ungkap mereka.

Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan mereka terus mengambil peran dalam organisasi. Bagi keduanya, pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan program atau kegiatan organisasi, tetapi juga menyangkut komitmen untuk menghadirkan manfaat di lingkungan keluarga, masyarakat, dan dunia pendidikan.

Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur dengan tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Gerakan Jawa Timur Berkelanjutan” menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan memperkuat semangat pengabdian tersebut.

“Mengikuti Musyawarah Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Melalui kegiatan ini, kami dapat mengenal lebih dekat perjuangan, semangat, dan peran perempuan muda dalam dakwah Islam berkemajuan di Jawa Timur,” tutur mereka.

Mereka juga memaknai musyawarah wilayah sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi antarkader.

“Musywil menjadi ruang untuk belajar, memperluas silaturahmi, bertukar gagasan, serta memahami pentingnya persatuan dan kolaborasi dalam membangun organisasi. Pengalaman ini semakin memotivasi kami untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil peran nyata dalam perjuangan Nasyiatul Aisyiyah dan Muhammadiyah, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia pendidikan.”

Dari Pengalaman Berorganisasi ke Ruang Kelas

Pengalaman berorganisasi turut membentuk cara Eka dan Anjali memandang profesi sebagai pendidik. Mereka melihat adanya nilai yang saling menguatkan antara pengabdian sebagai kader dan tanggung jawab mendidik generasi penerus.

“Bagi kami, menjadi pendidik bukan hanya tentang mengajar. Pengalaman berorganisasi mengajarkan bahwa mendidik adalah proses memimpin dengan keteladanan, membimbing dengan kesabaran, dan menggerakkan murid dengan kasih sayang,” jelas mereka.

Bagi keduanya, keteladanan merupakan bagian penting dalam pendidikan. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan contoh sikap dan perilaku yang dapat dipelajari murid dalam kehidupan sehari-hari.

Kesabaran dalam membimbing dan kepedulian terhadap perkembangan murid menjadi nilai yang terus relevan, baik dalam menjalankan amanah sebagai pendidik maupun ketika berkhidmat di organisasi.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pengalaman di Nasyiatul Aisyiyah pun menjadi pengingat bahwa perempuan muda memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Perempuan Muda sebagai Pelopor Kemaslahatan

Semangat tersebut sejalan dengan tema Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Gerakan Jawa Timur Berkelanjutan”.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026–2030, Ayunda Monica Subastia, M.Pd., menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan panggilan bagi perempuan muda untuk mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan.

“Perempuan muda Nasyiah bukan yang hanya sibuk dengan kehidupan yang penuh drama. Tetapi tugas kita adalah mencari solusi dari drama kehidupan yang ada, dan menjadi pelopor kemaslahatan umat,” tegasnya.

Pesan tersebut menekankan pentingnya kader perempuan muda untuk bersikap progresif, inklusif, dan mampu menghadirkan solusi. Perempuan muda tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga perlu terlibat aktif dalam merancang dan menjalankan gerakan yang membawa manfaat bagi umat.

Ketua PDNA Kabupaten Sidoarjo, Dr. Nur Ravita Hanun, juga berpesan kepada para kader yang mengikuti Musywil XIII agar menjaga kekompakan, keikhlasan, dan adab selama menjalankan amanah organisasi.

“Kita berangkat sebagai satu keluarga besar Sidoarjo. Tunjukkan bahwa kader Nasyiah Sidoarjo adalah kader yang santun, cerdas, dan siap berkhidmat untuk persyarikatan dan umat. Niatkan perjalanan ini sebagai ibadah,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Burhanuddin, M.Pd., mendorong para delegasi agar berkontribusi aktif dalam musyawarah, bukan sekadar hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

“Bagaimanapun, Sidoarjo merupakan penyangga Surabaya dan Jawa Timur. Ide dan pemikiran ayunda dari Sidoarjo sangat dibutuhkan. Ikuti seluruh prosesi dengan saksama untuk mewujudkan perempuan yang berkemajuan,” pesannya.

Berkhidmat untuk Persyarikatan dan Umat

Bagi Eka Putri Andini dan Anjali Balqis Auliyah, keikutsertaan dalam Musywil XIII Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur menjadi bagian dari proses belajar yang terus berjalan. Mereka berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan menjalankan amanah dengan lebih baik.

Menjadi guru sekaligus kader merupakan dua ruang pengabdian yang saling memberi pelajaran. Di sekolah, mereka mendampingi murid untuk tumbuh dan berkembang. Di organisasi, mereka belajar membangun kolaborasi, menjaga amanah, dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Dari ruang kelas SD Muhammadiyah 4 Zamzam hingga ruang musyawarah Nasyiatul Aisyiyah, keduanya memaknai pengabdian sebagai ikhtiar berkelanjutan untuk belajar, bertumbuh, dan menghadirkan manfaat bagi persyarikatan serta umat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 18/10/2026 17:34
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu