Koperasi Bueka As Sakinah Surabaya resmi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Minggu (3/5/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting bagi transformasi ekonomi perempuan di bawah naungan Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabaya melalui penguatan sistem digital dan penyegaran struktur kepengurusan.
Ketua Koperasi Bueka As Sakinah, Galuh Tjandraningrum, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya tengah menempuh langkah berani dalam pembenahan internal. Fokus utama tahun ini mencakup lima poin strategis: penataan administrasi, transisi pelaporan keuangan ke sistem digital, perluasan jejaring kemitraan, hingga validasi keanggotaan.
“Penyusutan jumlah anggota merupakan bagian dari proses validasi sesuai Anggaran Dasar. Kami ingin memastikan setiap anggota yang terdaftar adalah anggota aktif yang memiliki komitmen tinggi untuk tumbuh bersama,” ujar Galuh.
Meski Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan belum berjumlah besar, ia menekankan bahwa hal tersebut adalah cerminan dari upaya jujur pengurus dalam menyehatkan fondasi usaha koperasi.
Apresiasi dan Penegasan Fungsi Koperasi
Turut hadir dalam acara tersebut, Retno Setyawati selaku perwakilan dari Pusat Koperasi Bueka As Sakinah Jawa Timur. Dalam sambutannya, Retno menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Koperasi Bueka Surabaya dalam menyelenggarakan RAT tepat waktu sebagai bentuk akuntabilitas pengurus kepada anggota.
“RAT adalah kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Di sinilah forum untuk melakukan evaluasi, tanya jawab, serta memberikan saran yang membangun demi kemajuan bersama. Kami berharap anggota memberikan masukan positif setelah mendengarkan laporan kinerja pengurus,” tutur Retno.
Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa Koperasi Bueka merupakan bagian integral dari program pemberdayaan ekonomi yang mencakup empat pilar utama: kewirausahaan dan UMKM, koperasi serta lembaga keuangan mikro, ketahanan pangan, dan ketenagakerjaan. Ia mendorong koperasi tidak hanya fokus pada simpan pinjam, tetapi juga mengembangkan unit usaha lain seperti ritel atau toko untuk melayani kebutuhan anggota secara lebih luas.
Penyegaran Organisasi
Sebagai upaya memperkuat roda organisasi, RAT kali ini juga menetapkan susunan pengurus baru. Aristha Kartini resmi menjabat sebagai Bendahara menggantikan Siti Aminah, sementara posisi Sekretaris kini diisi oleh Rina Duruwati menggantikan Retno Sri Rahayu.
Dengan nakhoda dan semangat baru, Koperasi Bueka As Sakinah Surabaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi 31 Cabang Aisyiyah se-Surabaya, sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan yang akuntabel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments