Menunggu waktu berbuka puasa biasanya diisi dengan berbagai aktivitas ringan. Namun, suasana berbeda dirasakan ratusan warga Dusun Sampalrejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang saat mengikuti kegiatan sosial yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Melalui kegiatan ngabuburit Ramadan, UMM menghadirkan rangkaian aktivitas yang tidak hanya berbagi takjil, tetapi juga menyediakan layanan kesehatan gratis serta kegiatan literasi bagi anak-anak.
UMM Gelar Ngabuburit Ramadan di Jabung
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baiturrohman pada 14 Maret 2026 tersebut diikuti sekitar 160 kaum dhuafa dan 60 anak yatim piatu dari wilayah sekitar.
Program sosial ini merupakan hasil kolaborasi UMM bersama Yayasan Asafir dan Komunitas Republik Gubuk.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai kegiatan sosial, kesehatan, dan literasi dihadirkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain pembagian takjil, UMM juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.
Warga terlihat antusias memanfaatkan layanan tersebut, terutama untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar.
Aktivitas Literasi untuk Anak-anak
Tak hanya menghadirkan layanan kesehatan, kegiatan ngabuburit ini juga dirancang sebagai ruang edukatif bagi anak-anak.
Berbagai aktivitas literasi digelar untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah kehadiran Mobil Kamis Membaca (Mobil KaCa) milik UMM yang membawa berbagai koleksi buku bacaan.
Anak-anak tampak antusias membaca buku sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Suasana membaca bersama tersebut menciptakan pengalaman ngabuburit yang berbeda sekaligus menumbuhkan minat literasi sejak dini.
Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, UMM tidak hanya ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“UMM berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang literasi bagi anak-anak sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan UMM dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperluas akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di wilayah Malang.
Peran Komunitas Literasi
Kegiatan ini juga didukung oleh Komunitas Republik Gubuk yang aktif mengembangkan gerakan literasi di masyarakat.
Salah satu pegiat komunitas tersebut, Fachrul Alamsyah, menilai bahwa literasi sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan belajar anak.
Menurutnya, lingkungan yang dekat dengan buku dapat membantu menumbuhkan rasa ingin tahu, imajinasi, serta kemampuan berpikir kritis.
“Kehadiran ruang baca yang mudah diakses diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk lebih akrab dengan buku dan menumbuhkan minat literasi sejak dini,” ujarnya.
Buka Puasa Bersama Warga
Selain layanan kesehatan dan kegiatan literasi, panitia juga menyediakan ratusan paket takjil serta hidangan berbuka puasa secara prasmanan.
Seluruh warga yang hadir dapat menikmati buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan ngabuburit ini, UMM ingin menegaskan bahwa menunggu waktu berbuka puasa dapat diisi dengan aktivitas yang produktif dan bermanfaat.
Program ini sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial serta komitmen kampus dalam memperkuat budaya literasi dan pelayanan kepada masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments