Potensi ikan sebagai sumber pangan lokal terus dikembangkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tanjung, Kabupaten Pamekasan, (30/6/2026). Kegiatan ini mempertemukan dua kelompok masyarakat, yaitu kader Posyandu dan Kelompok Nelayan Kacong Jebbing, dalam rangkaian pelatihan yang berfokus pada pemanfaatan dan pengolahan ikan.
Pada sesi pagi, kader Posyandu mengikuti Workshop Pembuatan MP-ASI Lokal. Kegiatan tidak hanya memberikan materi, tetapi juga dilakukan melalui praktik langsung pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk makanan pendamping ASI.
Kader Posyandu Belajar Mengolah Ikan Menjadi MP-ASI
Dalam workshop tersebut, kader diperkenalkan pada berbagai bentuk pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan untuk MP-ASI. Peserta melakukan praktik pembuatan tepung ikan, biskuit ikan, dan bubur ikan. Pengolahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan alternatif pemanfaatan pangan lokal yang dapat diterapkan di tingkat keluarga. Kader Posyandu diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh dan menyampaikannya kembali kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi di Posyandu.
Penggunaan ikan sebagai bahan dasar juga memperlihatkan bahwa potensi pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan pangan keluarga.
Kelompok Nelayan Belajar Pengemasan Produk Ikan
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada siang hari bersama Kelompok Nelayan Kacong Jebbing. Fokus kegiatan diarahkan pada pelatihan pengolahan dan pengemasan produk ikan menggunakan teknologi vacuum.
Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan teknologi vacuum sekaligus melakukan praktik pengemasan produk ikan. Pengenalan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kelompok dalam menangani hasil perikanan setelah proses penangkapan dan pengolahan.
Melalui teknik pengemasan yang lebih baik, hasil perikanan diharapkan dapat memiliki kualitas dan daya simpan yang lebih terjaga. Keterampilan tersebut juga membuka peluang bagi kelompok nelayan untuk mengembangkan produk olahan ikan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Dari Potensi Perikanan Menjadi Sumber Gizi dan Nilai Tambah
Prof. Pipit Festi selaku ketua pengusul menyampaikan bahwa pemanfaatan ikan dalam kegiatan ini diarahkan pada dua sisi, yaitu mendukung kebutuhan pangan bergizi masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki kelompok nelayan.
“Kami ingin agar potensi ikan yang ada di masyarakat tidak berhenti sebagai hasil tangkapan, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memberikan manfaat lebih besar. Di satu sisi dapat dimanfaatkan sebagai bahan MP-ASI, dan di sisi lain dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah bagi kelompok nelayan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan kader Posyandu dan kelompok nelayan dalam satu rangkaian kegiatan menjadi peluang untuk membangun keterhubungan antara pangan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah, Ruang Lingkup Pemberdayaan Desa Binaan, Tahun Pendanaan 2026 yang dilaksanakan bersama Posyandu dan Kelompok Nelayan Kacong Jebbing, Desa Tanjung, Kabupaten Pamekasan.
Pelaksanaan program mendapat dukungan dari Pemerintah Desa tanjung, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam mengolah ikan menjadi MP-ASI dan meningkatkan kualitas pengemasan produk perikanan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan potensi lokal sekaligus mendukung peningkatan gizi keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Tanjung. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments