
PWMU.CO-Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar (PD IPM) Bangkalan mengadakan Pelatihan Fasilitator Pendamping (PFP) 1 bertempat di Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Bangkalan, Jumat-Ahad (27-29/12/2019).
Pelatihan ini diikuti 28 peserta Cabang IPM se Bangkalan. Saat pembukaan dihadiri PW IPM Jawa Timur, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bangkalan dan PD Nasyiatul Aisyiyah Bangkalan.
Acara dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bangkalan Dr Tamar Djaya, Sabtu (28/12/2019).
Dalam sambutannya Tamar Djaya mengatakan, kader IPM ini digembleng untuk menjadi kader pelopor, pelangsung, dan penyempurna. ”Jadi IPM ini jadi pintu awal kader untuk menjadi kader persyarikatan yang benar-benar mampu menjadi pelopor, pelangsung, penyempurna,” katanya.
Dia meminta kepada seluruh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) untuk bersinergi membangun Muhammadiyah di Bangkalan. “Karena kalian menjadi penentu Muhammadiyah di Bangkalan ke depannya,” tegas Tamar.
Sementara Ketua Umum PD IPM Bangkalan Bustomi menyampaikan, tema pelatihan ini Reformasi Perkaderan Bangkalan. Alasan diusung tema ini merupakan komitmen untuk melakukan perubahan secara drastis terhadap kondisi kader IPM Bangkalan.
“Dari pelatihan ini, kami berharap alumni PFP 1 bisa menjadi promotor atau penggerak pelajar Bangkalan,” katanya.
Ia menaruh harapan besar kepada alumni PFP 1 untuk mengawal kegiatan kaderisasi. “Ini merupakan tanggung jawab yang dimiliki peserta PFP 1. Setelah selesai pelatihan ini, mereka menjadi fasilitator di setiap acara cabang,” ujar Tomi, sapaan akrabnya.
Dia mengingatkan kepada peserta menjadi penggerak tidaklah mudah. Pasti banyak tantangan yang dihadapi baik dari internal maupun eksternal. “Tetapi hal itu tak akan berpengaruh besar pada kalian ketika kalian mempunyai loyalitas tinggi dan totalitas terhadap IPM,” kata mantan ketua umum Pimpinan Cabang (PC) IPM Burneh.
IPM merupakan langkah awal perkaderan di Muhammadiyah. Ketika di IPM proses perkaderan sudah dilaksanakan dengan baik, maka ke depan Muhammadiyah tidak perlu khawatir terhadap eksistensinya. “Saya harap, nanti kalau perlu pemuda tidak perlu ngadakan Darul Arqam. Cukup maksimalkan kaderisasi di IPM saja,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin. (*)
Penulis Roni AS Editor Sugeng Purwanto





0 Tanggapan
Empty Comments