SMP Muhammadiyah 7 Surabaya mengikuti kompetisi futsal pelajar yang digelar di GOR Pertamina Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Sabtu-Ahad (25–26/4/2026). Keikutsertaan tim dalam ajang tersebut menjadi momentum kembalinya aktivitas kompetitif para atlet setelah beberapa bulan tidak mengikuti pertandingan resmi.
Dalam pertandingan tersebut, perhatian tertuju pada kehadiran M. Anas Amrullah, S.H., CBPIR., CGR., yang mendampingi langsung tim futsal SMP Muhammadiyah 7 Surabaya dari bangku ofisial. Ia dikenal sebagai Manajer Maana Indonesia Futsal Academy (MIFA) serta memiliki lisensi kepelatihan tingkat nasional dan internasional.
Kehadiran Anas dalam mendampingi tim sekolah berkaitan dengan proses adaptasi para pemain setelah melalui masa jeda kompetisi selama kurang lebih lima bulan. Menurutnya, masa transisi kembali ke atmosfer pertandingan membutuhkan pendampingan, khususnya dalam membangun kembali kesiapan mental bertanding para atlet.
“Para atlet membutuhkan support nyata. Setelah hampir lima bulan tidak merasakan atmosfer kompetisi, mental bertanding mereka perlu diasah kembali. Saya hadir di sini untuk memastikan mereka merasa didukung sepenuhnya,” ujar Coach Anas di sela-sela pertandingan.
Selain berperan sebagai manajer di MIFA, Anas saat ini juga bertugas sebagai guru pengganti mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Keterlibatan tersebut turut memperkuat pendampingannya terhadap para siswa, baik dalam kegiatan akademik maupun nonakademik.
Sepanjang turnamen, tim futsal SMP Muhammadiyah 7 Surabaya menunjukkan performa yang konsisten. Mereka berhasil melalui fase penyisihan dan melaju hingga babak semifinal, sehingga menempati posisi empat besar dalam kompetisi tersebut.
Pertandingan berlangsung hingga babak final pada Ahad (26/4/2026). Meskipun belum berhasil meraih gelar juara, capaian menembus semifinal menjadi hasil yang menunjukkan proses perkembangan tim pasca-jeda kompetisi.
Keikutsertaan dalam ajang ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga di lingkungan sekolah. Pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat membantu para siswa mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membangun kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Bagi SMP Muhammadiyah 7 Surabaya, capaian ini menjadi evaluasi sekaligus pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan futsal di tingkat pelajar. Kehadiran pendamping dengan pengalaman kepelatihan profesional diharapkan dapat mendukung proses pembinaan atlet usia sekolah secara berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments