Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sekaran menghadiri pembukaan Konferensi IX Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sekaran, Ahad (18/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kompleks Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Ranting Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, ini menjadi momentum pertanggungjawaban pengurus masa khidmat 2021–2026 sekaligus pemilihan pengurus baru untuk masa khidmat 2026–2031.
Konferensi lima tahunan tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan. Tampak hadir Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sekaran, Kapolsek Sekaran, Danramil 0812/Sekaran, serta perwakilan organisasi keagamaan, di antaranya Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
PCM Sekaran merasa terhormat atas undangan yang diberikan. Dalam kesempatan tersebut, PCM Sekaran mengutus Wakil Ketua Ustaz Ali Mifti dan Sekretaris Hanif Ashar, S. Ag., M.Pd., untuk mengikuti pembukaan Konferensi IX MWC NU Sekaran.
Menjaga Tegaknya Ruh Organisasi
Rais Syuriah MWC NU Sekaran, KH Abu Naim, dalam khotbah iftitahnya menyampaikan pentingnya menjaga tegaknya ruh organisasi. Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan organisasi tidak cukup hanya ditopang oleh struktur kepengurusan, tetapi juga membutuhkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasinya.
Ia menyampaikan empat pilar penting, yakni ilmu para ulama, keadilan pemimpin, kedermawanan para aghniya atau orang kaya, serta doa orang-orang miskin.
Keempat pilar tersebut menjadi pengingat bahwa organisasi keagamaan membutuhkan perpaduan antara ilmu, kepemimpinan yang adil, kepedulian sosial, dan kekuatan spiritual agar tetap kokoh dalam menjalankan khidmat kepada umat.
Regenerasi Harus Berjalan
Ketua MWC NU Sekaran, Drs. H. Yusro, M.Pd dalam sambutannya menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, Kecamatan Sekaran memiliki banyak kader potensial yang dapat melanjutkan perjuangan organisasi.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini terdapat kebiasaan di MWC NU Sekaran, yakni ketua menjabat satu periode, meskipun aturan organisasi tidak membatasi masa jabatan hanya satu periode.
Yusro menyatakan cukup satu periode menjadi ketua MWC NU Sekaran. Keputusan itu tetap dipegangnya meskipun banyak pihak mendesak dan menginginkannya kembali memimpin organisasi.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak berlanjutnya jabatan sebagai ketua bukan berarti berhenti berkhidmat. Sebagaimana para ketua MWC NU Sekaran sebelumnya, ia siap tetap berkontribusi dan mengabdi untuk NU di tingkat kecamatan.
Cucu KH. Thoha tersebut juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu selama lima tahun kepemimpinannya pada periode 2021–2026.
Sikap tersebut menjadi pesan bahwa regenerasi bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan upaya memberikan kesempatan kepada kader lain untuk melanjutkan perjuangan organisasi.
Pemilihan Pengurus Mengikuti Aturan
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Babat, KH. Ma’mun Afandi dalam sambutannya menekankan pentingnya menjalankan proses pemilihan pengurus sesuai aturan organisasi.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan Rais Syuriah dan Ketua MWC NU saat ini menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Sistem tersebut mengacu pada ketentuan organisasi yang telah diputuskan dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Penegasan ini menunjukkan bahwa regenerasi kepemimpinan perlu berjalan seiring dengan ketaatan terhadap mekanisme dan aturan organisasi.
Disamping itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menguatkan Jam’iyah guna merawat umat dan membangun masa depan, sebagaimana tema konferensi kita kali ini, katanya.
Pemerintah Kecamatan Apresiasi Kolaborasi Ormas
Mewakili Camat Sekaran yang berhalangan hadir, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sekaran, Setiya Budi Wibowo, S.T., M.M., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Konferensi IX MWC NU Sekaran.
Ia juga mengapresiasi kontribusi berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, termasuk NU, Muhammadiyah, dan LDII, yang selama ini turut membantu pelaksanaan program-program pemerintah di Kecamatan Sekaran.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan hal penting untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Pemerintah Kecamatan Sekaran, lanjutnya, siap terus berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, terutama organisasi keagamaan yang memiliki peran strategis dalam membina kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kehadiran perwakilan PCM Sekaran dalam pembukaan konferensi ini menjadi wujud penghormatan terhadap sesama organisasi keagamaan sekaligus membuka ruang untuk memperkuat silaturahmi dan sinergi.
Di tengah perbedaan organisasi dan tradisi, semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh demi kemaslahatan umat dan kemajuan masyarakat Kecamatan Sekaran. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments