Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Waru terus mendorong penguatan tata kelola organisasi berbasis digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengoperasian Aplikasi MASA dan SATU MU yang dilaksanakan di Gedung Dakwah PCM Waru Sidoarjo, Ahad (4/10/2026).
Kegiatan ini diikuti jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Waru serta unsur 14 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Waru. Bimtek menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus dalam memanfaatkan sistem digital Muhammadiyah untuk mendukung administrasi, pendataan, verifikasi, serta integrasi organisasi.
Tampak hadir jajaran PCM Waru, di antaranya Ir. H. A. Imron Madjid, Fachrudin, H. Moch Maksum, Khoirul Amali, S.Ag., dan Choirun Slamet, bersama para peserta dari PRM se-Kecamatan Waru.
SATU MU, Langkah Strategis Menuju Integrasi Digital
Kegiatan dibuka oleh Arif Hidayat, Wakil Ketua PDM Sidoarjo, yang sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Arif Hidayat menegaskan bahwa implementasi aplikasi SATU MU (Satu Muhammadiyah) merupakan langkah strategis Muhammadiyah dalam membangun integrasi digital organisasi secara nasional.
Program aplikasi SATU MU ini sebagai langkah strategis Muhammadiyah menuju integrasi digital nasional,” terang Arif Hidayat.
Menurutnya, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat Islam yang besar membutuhkan sistem tata kelola organisasi yang kuat, terpercaya, tertata, dan mampu mengikuti perkembangan dinamika zaman.
Perkembangan teknologi digital, lanjutnya, menuntut organisasi untuk melakukan penyesuaian dalam sistem pengelolaan data maupun administrasi. Karena itu, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang lebih efektif dan terintegrasi.
Mendorong Good Governance Organization
Arif Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah Pimpinan Ranting Muhammadiyah yang telah berperan sebagai Agen dan Verifikator SATU MU.
Menurutnya, keterlibatan PRM sebagai bagian dari ekosistem digital Muhammadiyah sangat penting karena keberhasilan integrasi organisasi tidak hanya berada di tingkat pusat atau wilayah, tetapi juga harus dibangun dari tingkat cabang hingga ranting.
“Sebagai ormas besar, Muhammadiyah memandang perlunya sistem tata kelola yang kokoh, terpercaya, dan relevan dengan perkembangan dinamika zaman untuk mengelola organisasi besar,” tambahnya.
Implementasi sistem digital diharapkan dapat mendukung terwujudnya good governance organization, yaitu tata kelola organisasi yang lebih tertib, transparan, terukur, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transformasi digital juga menjadi langkah strategis dalam pengembangan dan pengelolaan Muhammadiyah sebagai organisasi modern. Dengan dukungan sistem digital yang terintegrasi, data organisasi dapat dikelola secara lebih baik sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan, pengambilan keputusan, pelayanan organisasi, serta pengembangan program Muhammadiyah.
Selain pengenalan dan penguatan penggunaan SATU MU, kegiatan juga memberikan Bimbingan Teknis Pengoperasian Aplikasi MASA (Muhammadiyah Application System for All).
Peserta mendapatkan pemahaman teknis sekaligus gambaran mengenai pentingnya ketertiban data dan administrasi digital dalam mendukung aktivitas organisasi Muhammadiyah di tingkat ranting maupun cabang.
Dari Ranting untuk Integrasi Muhammadiyah
Kegiatan Bimtek MASA dan SATU MU PCM Waru memiliki arti penting karena transformasi digital organisasi pada akhirnya membutuhkan keterlibatan seluruh unsur Muhammadiyah.
Ranting sebagai ujung tombak gerakan di tingkat akar rumput memiliki peran strategis dalam memastikan data organisasi, kader, amal usaha, kegiatan, serta berbagai aktivitas Muhammadiyah dapat terdokumentasi dan terintegrasi dengan baik.
Melalui penguatan kapasitas pengurus PRM sebagai Agen dan Verifikator, diharapkan proses digitalisasi tidak berhenti pada pengenalan aplikasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan baru dalam menjalankan administrasi dan tata kelola organisasi.
Dengan demikian, MASA dan SATU MU diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung bagi Muhammadiyah dalam membangun organisasi yang semakin modern, tertib data, terintegrasi, efektif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Bimtek ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara PCM Waru dan 14 PRM se-Kecamatan Waru, khususnya dalam menyukseskan agenda transformasi digital Muhammadiyah dari tingkat Ranting, Cabang, Daerah, Wilayah dan Pusat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments