Kelompok 16 Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melalui Divisi Kesehatan menggelar senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan fisioterapi bagi warga Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kedungsugo tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat sekaligus program kerja utama Kelompok 16 KKN-T Umsida.
Kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain mengikuti senam sehat bersama, warga memanfaatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta fisioterapi gratis yang diberikan secara langsung oleh tenaga kesehatan Umsida.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah dilakukan sebagai langkah awal untuk membantu warga mengetahui kondisi kesehatannya, termasuk sebagai bagian dari upaya pencegahan diabetes.
Sementara itu, layanan fisioterapi diberikan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan tulang dan menangani keluhan yang berkaitan dengan nyeri maupun pegal.
Penanggung jawab kegiatan, Anggun, menjelaskan program tersebut bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sederhana yang memiliki manfaat penting.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu warga mengetahui kondisi kesehatan mereka melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Selain itu, warga juga bisa mendapatkan pelayanan fisioterapi secara langsung dari tenaga kesehatan Umsida, sehingga keluhan kesehatan yang dirasakan dapat diketahui dan ditangani lebih awal,” ujar Anggun.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan karena dapat membantu masyarakat mengenali berbagai gejala penyakit sejak dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatannya.
Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah menjadi salah satu layanan yang banyak diminati warga. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi tubuh, terutama karena layanan pemeriksaan kesehatan gratis tidak selalu tersedia setiap saat.
Selain itu, layanan fisioterapi juga mendapat perhatian warga. Masyarakat yang memiliki keluhan pada bagian tubuh tertentu dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan sehingga memperoleh penanganan awal sesuai dengan kondisi yang dialami.
Selain pemeriksaan kesehatan, layanan fisioterapi menjadi salah satu program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui layanan tersebut, warga dapat berkonsultasi mengenai keluhan yang dirasakan, seperti pegal atau nyeri pada bagian tubuh tertentu, serta memperoleh penanganan awal dari tenaga kesehatan.
Anggun berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan ini warga bisa lebih peduli terhadap kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi warga Desa Kedungsugo, khususnya dalam membantu mengetahui kondisi kesehatan serta memberikan penanganan awal melalui fisioterapi bagi warga yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena kita jadi bisa mengetahui kondisi tekanan darah dan gula darah kita. Selain itu, adanya fisioterapi dari tenaga kesehatan Umsida juga membantu warga yang punya keluhan seperti pegal atau nyeri. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus diadakan supaya warga lebih peduli dan rutin memeriksa kesehatannya,” lanjutnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Salah satu warga, Bu Silvi, mengaku sempat merasa tegang sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Perasaan sebelum cek kesehatan itu tegang, grogi, dan gemeter. Setelah cek kesehatan, saya tidak kepikiran lagi karena tensinya normal, jadi tidak kepikiran yang aneh-aneh,” ujar Bu Silvi, warga RT 3 RW 2 Desa Kedungsugo.
Sementara itu, Bu Indah, warga RT 3 RW 2 Desa Kedungsugo, menilai kegiatan tersebut membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan mereka.
“Setelah masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya, penyebabnya bisa ditanggulangi dan masyarakat juga bisa mengetahui bagaimana cara menyembuhkannya. Harapan kami, kegiatan seperti ini diadakan setiap bulan supaya masyarakat bisa mengetahui indikasi yang ada dan bagaimana cara menanggulanginya,” tutur Bu Indah.
Melalui kegiatan tersebut, Divisi Kesehatan Kelompok 16 KKN-T Umsida tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.






0 Tanggapan
Empty Comments