Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelatihan Guru Shadow ULD Inklusimu Sentuh Hati Peserta, Bekali Guru Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus

Iklan Landscape Smamda
Pelatihan Guru Shadow ULD Inklusimu Sentuh Hati Peserta, Bekali Guru Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus
Dr. Iva EvryRobiyansah, S.Si.,M.Pdmenyampaikan pemaparandalam Pelatihan Guru Shadow di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo(Foto : ULD InklusiMU)
pwmu.co -

Tidak semua anak belajar dengan cara yang sama. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pelajaran, ada yang sulit berkonsentrasi, dan ada pula yang hanya memerlukan satu hal sederhana: seseorang yang bersedia memahami mereka.

Sosok itu dikenal sebagai Guru Shadow.

Semangat itulah yang melandasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) InklusiMu Muhammadiyah Cabang Sidoarjo menggelar Pelatihan Guru Shadow pada 18–19 Juli 2026 di SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Selama dua hari, puluhan guru berkumpul bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi belajar melihat dunia dari sudut pandang anak-anak berkebutuhan khusus.

Suasana pelatihan berlangsung berbeda dari seminar pada umumnya. Ruangan dipenuhi wajah-wajah serius yang menyimak materi, mencatat, berdiskusi, bahkan sesekali terdiam saat mendengar kisah perjuangan anak-anak berkebutuhan khusus dalam menempuh pendidikan.

Sebanyak 55 peserta hadir dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo dan Surabaya, sekolah umum, lembaga pendidikan nonformal, hingga masyarakat umum.

Mereka datang dengan tujuan yang sama, yakni menjadi pendamping yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi setiap anak yang membutuhkan perhatian lebih.

Kepala ULD InklusiMu sekaligus Ketua Panitia, Harum Kawaludin, S.Pd., M.SNE., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang benar-benar menerima setiap anak apa adanya.

“Guru Shadow bukan hanya mendampingi anak belajar. Ia hadir untuk memahami cara anak berpikir, mengenali potensinya, membantu mengatasi hambatan belajarnya, hingga menumbuhkan rasa percaya diri bahwa setiap anak berhak berhasil,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut menjadi agenda tahunan ULD InklusiMu sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sidoarjo, Noerwachid Soeprijanto, S.Ak., yang membuka kegiatan menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya menyediakan ruang belajar bagi anak berkebutuhan khusus.

Lebih dari itu, menurutnya, diperlukan guru yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian untuk mendampingi mereka.

Ia berharap pelatihan ini melahirkan semakin banyak Guru Shadow yang mampu menjadi jembatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki, baik di sekolah Muhammadiyah maupun sekolah umum.

Salah satu sesi yang paling membekas bagi peserta disampaikan Dr. Iva Evry Robiyansah, S.Si., M.Pd., Kepala SLBN Pandaan.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga berbagi pengalaman mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus yang semula dianggap tidak mampu, namun akhirnya berkembang setelah memperoleh pendampingan yang tepat dan penuh kasih.

Suasana ruangan pun berubah. Banyak peserta tampak mengangguk, tersenyum, bahkan berkaca-kaca.

Mereka menyadari bahwa di balik setiap perilaku anak yang dianggap “berbeda”, sesungguhnya tersimpan potensi luar biasa yang menunggu ditemukan oleh guru yang mau memahami.

Pelatihan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Hafizh, guru dari PKBM Pelita Aushaf Indonesia, mengaku pelatihan itu membuka cara pandangnya dalam mendampingi anak inklusi sekaligus menggali potensi mereka untuk masa depan.

Sementara itu, Nesia dari SD Kreatif Muhammadiyah 16 Surabaya menilai materi yang disampaikan sangat kaya ilmu. Ia berharap Muhammadiyah semakin sering menghadirkan pelatihan serupa agar semakin banyak guru memiliki bekal dalam melayani anak berkebutuhan khusus.

Hal senada disampaikan Siti Komariah, guru TK ABA 8 Candi.

Meski bukan Guru Shadow, ia merasakan manfaat besar dari pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan berikutnya juga menghadirkan psikolog agar wawasan mengenai penanganan anak berkebutuhan khusus semakin komprehensif.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif tidak cukup dibangun dengan gedung, kurikulum, maupun fasilitas semata.

Pendidikan inklusif bertumbuh dari hati para guru yang memilih mendengar sebelum menilai, memahami sebelum menghakimi, dan mendampingi sebelum menyerah.

Melalui ULD Inklusimu, Muhammadiyah Cabang Sidoarjo terus menunjukkan bahwa dakwah di bidang pendidikan bukan hanya menghadirkan sekolah yang unggul secara akademik, tetapi juga sekolah yang memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai fitrahnya.

Sebab, bagi Muhammadiyah, tidak ada anak yang tidak mampu belajar. Yang ada adalah anak-anak yang menunggu dipertemukan dengan guru yang memilih untuk memahami mereka. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 20/07/2026 17:02
  • Satria - 20/07/2026 08:36
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu