Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pelatihan Instruktur MPKSDI PWM Jatim Tegaskan Pembaruan Perkaderan

Iklan Landscape Smamda
Pelatihan Instruktur MPKSDI PWM Jatim Tegaskan Pembaruan Perkaderan
pwmu.co -

Menjawab Tantangan Kaderisasi Zaman Kini

Di tengah dinamika zaman dan perubahan karakter generasi muda, Muhammadiyah menghadapi tantangan dalam menjaga relevansi dan efektivitas kaderisasi. Banyak program perkaderan yang dinilai terlalu monoton, kurang partisipatif, dan gagal membangkitkan semangat juang kader.

Harun dalam materinya menyajikan data dan studi kasus yang menunjukkan bahwa partisipasi peserta dalam pelatihan kader di beberapa daerah mengalami penurunan, disebabkan oleh metode pembelajaran yang tidak menarik dan tidak kontekstual.

“Jika kita ingin mencetak kader yang berpikir kritis, punya etos juang, dan loyal terhadap Persyarikatan, maka proses pembelajarannya juga harus mendukung terbentuknya karakter tersebut. Tidak cukup hanya dengan ceramah, tapi perlu dialog, proyek, refleksi, dan problem solving,” jelas Harun.

Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendengar paparan, tetapi langsung diajak praktik melalui studi kasus. Salah satu studi kasus yang dibahas adalah tentang rendahnya keterlibatan peserta dalam kegiatan perkaderan di sebuah Pimpinan Cabang Muhammadiyah.

Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan ditugaskan untuk:

  1. Menganalisis penyebab partisipasi rendah.
  2. Memilih teori dan pendekatan pembelajaran yang cocok (misalnya konstruktivisme, heutagogi).
  3. Merancang kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta kaderisasi.
  4. Mempresentasikan hasil rancangannya di hadapan peserta lain.

Metode ini mencerminkan langsung prinsip active learning, di mana peserta pelatihan juga mengalami sendiri model pembelajaran yang akan mereka terapkan saat menjadi instruktur nanti.

Selain itu, diperkenalkan pula pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai sarana pelatihan digital yang bisa diadaptasi oleh AUM dan Ortom di masa depan. LMS memungkinkan pengelolaan konten pembelajaran, pelacakan perkembangan peserta, serta penilaian yang sistematis.

Langkah Nyata Menuju Kaderisasi Berkualitas

Sesi ke-6 ini berhasil membuka wawasan peserta bahwa menjadi instruktur bukan hanya soal kemampuan mengajar, tetapi kemampuan memfasilitasi pembelajaran. Materi ini sangat diapresiasi karena menyentuh langsung pada akar persoalan perkaderan Muhammadiyah di tingkat lokal.

“Saya jadi sadar bahwa selama ini mungkin saya terlalu banyak ceramah saat mengisi pelatihan. Sekarang saya punya bayangan baru tentang bagaimana membuat pelatihan yang lebih hidup dan menyentuh peserta,” ujar Ahmad Syauqi, peserta dari PDM Magetan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dengan pembekalan yang diperoleh, para peserta pelatihan diharapkan bisa menyusun desain pelatihan perkaderan yang lebih kreatif dan menyentuh dimensi afektif serta motivasional peserta.

MPKSDI PWM Jatim menargetkan bahwa pada tahun 2026, seluruh pelatihan perkaderan di wilayahnya sudah menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran aktif dan berbasis pengalaman, agar kualitas kader semakin membaik secara menyeluruh.

Melalui sesi ke-6 Pelatihan Instruktur MPKSDI PWM Jatim Wilayah Barat di Ponorogo, Muhammadiyah menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam proses kaderisasi. Metodologi pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman menjadi kunci untuk mencetak kader unggul yang siap memimpin dan membawa Muhammadiyah lebih maju.

Dari sini, harapan baru untuk metode kaderisasi yang lebih relevan dan bermakna telah ditanamkan. Kini saatnya para instruktur menghidupkannya dalam medan dakwah di seluruh penjuru wilayah Jawa Timur dan Indonesia.

Penulis Nur Maslikhatun Nisak Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡