Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai perayaan Milad ke-22 SD Muhammadiyah Manyar yang digelar di GKB Convex, Sabtu (11/4/2026).
Mengusung tema “BrighteR Reform”, rangkaian acara berlangsung meriah, mulai dari senam bersama hingga jalan sehat yang melibatkan seluruh keluarga besar sekolah.
Acara diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang dipandu oleh enam instruktur cilik peraih Juara II Olimpicad di Makassar.
Kegiatan ini menjadi pemantik semangat peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya.
Puncak acara berlangsung pada pukul 08.15 WIB dengan peluncuran Buku Karya Guru (BKG) #2.
Dipandu oleh Rudi Purnawan dan Wahyuda Hamzah, sejumlah tokoh naik ke panggung, di antaranya:
- Hon Jaelani
- Athiq Amiliyah, S.Pd.
- Ria Pusvita Sari
- Siti Faizah
- Kazue Salzabella Rachelinda
Peluncuran ditandai dengan pembukaan selubung dua poster buku di atas panggung.
Buku pertama yang diluncurkan berjudul “Pendar Mentari – Merajut Cahaya Harapan dalam Transformasi Berkemajuan”.
Pembukaan dilakukan oleh Hon Jaelani dan disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Buku ini menjadi simbol dedikasi guru dan karyawan sebagai pejuang pendidikan di SD Muhammadiyah Manyar.
Buku kedua berjudul “Jangan Cari Murid” karya Ria Pusvita Sari, yang merupakan kepala sekolah periode 2021–2025.
Peluncuran dilakukan oleh Athiq Amiliyah, S.Pd.
Buku ini mengangkat praktik baik dalam kepemimpinan pendidikan serta mengajak perubahan cara pandang melalui konsep #Revolusi Tanpa Teriakan.
Koordinator BKG #2, Siti Faizah, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya buku ini.
“Buku ini adalah persembahan cinta dari guru dan karyawan untuk SDMM di Milad ke-22,” ujarnya.
Sebelumnya, buku antologi pertama juga diterbitkan pada Milad ke-17 dengan judul “Mosaik Aksara Pejuang Pendidikan.”
Koordinator Humas SDMM, Pradita Eka Putri, menjelaskan makna filosofis dari judul buku.
“Pendar Mentari melambangkan harapan, pencerahan ilmu, serta kehangatan kehidupan,” ujarnya.
Ia berharap SD Muhammadiyah Manyar terus menjadi lembaga yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Peluncuran Buku Karya Guru #2 menjadi bukti nyata bahwa SD Muhammadiyah Manyar tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada budaya literasi dan pengembangan pemikiran.
Seperti mentari yang terus bersinar, SDMM diharapkan mampu memancarkan manfaat tanpa batas bagi lingkungan sekitar.





0 Tanggapan
Empty Comments