Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya selama semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 berlangsung secara terencana, aktif, dan berkesinambungan.
Salah satu faktor pendukung keberhasilan tersebut adalah kolaborasi antara sekolah dengan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) yang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Sebagai sekolah swasta berakreditasi A di bawah naungan Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya terus berkomitmen mencetak generasi unggul dalam bidang akademik maupun karakter. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi pembelajaran yang kreatif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Selama satu semester, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, memirsa, dan menulis.
Materi yang dipelajari mencakup teks fiksi dan nonfiksi, cerita pendek, puisi, pidato, hingga berbagai aktivitas literasi yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Pembelajaran dilaksanakan melalui berbagai model pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, presentasi, proyek literasi, pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), serta kegiatan refleksi.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik menunjukkan partisipasi yang baik. Kegiatan membaca buku, menyusun ringkasan, membuat karya tulis sederhana, hingga mempresentasikan hasil diskusi menjadi pengalaman belajar yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara nyata.
Budaya literasi yang tumbuh di lingkungan sekolah juga turut mendukung peningkatan minat baca dan kemampuan menulis peserta didik.
Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Ustaz Banjar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa PPL yang telah mendampingi proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa PPL tidak hanya membantu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menghadirkan suasana baru yang lebih segar, kreatif, dan inovatif.
“Kami merasa bangga dan senang atas dedikasi mahasiswa PPL yang telah berperan aktif dalam mendampingi peserta didik. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran serta menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus semangat belajar,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama antara sekolah dan mahasiswa PPL dapat terus terjalin sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Guru Pamong Mahasiswa PPL Umsura, Ulfiyati, S.Pd., juga memberikan pesan inspiratif kepada para mahasiswa yang sedang menjalani praktik mengajar.
“Menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi tentang bagaimana menyentuh hati, membangun karakter, dan menginspirasi masa depan. Apa yang kalian lakukan di kelas hari ini, sekecil apa pun akan menjadi bagian dari cerita hidup peserta didik kalian nanti. Tetap semangat, nikmati prosesnya. Semoga ilmu yang kalian dapatkan menjadi berkah, dan langkah kalian ke depan selalu dimudahkan. Ingatlah, menjadi guru adalah tentang memberi arti, bukan hanya sekadar menjalani profesi,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesi guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan.
Dosen Pembimbing Lapangan, Ngatmain, M.Pd., mengaku bangga terhadap kinerja mahasiswa PPL yang mampu menunjukkan kolaborasi yang baik selama proses pembelajaran.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna.
“Saya merasa bangga melihat mahasiswa PPL yang sudah bisa bekerja sama dengan baik, baik dengan guru pamong maupun sesama mahasiswa, dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang tidak monoton. Mereka mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih hidup, sehingga murid lebih mudah memahami materi dan terlibat langsung dalam proses belajar,” ungkapnya.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mulai siap memasuki dunia pendidikan yang sesungguhnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah satu siswa kelas VIII-A, Husni.
Ia mengaku menikmati proses belajar bersama mahasiswa PPL karena metode pembelajaran yang digunakan terasa lebih menarik dan mudah dipahami.
“Kakak-kakak PPL mengajar dengan sabar dan menyenangkan. Kami diajak menyanyi lagu tentang majas sehingga tidak merasa bosan saat belajar di kelas,” ungkap Husni.
Menurutnya, mahasiswa PPL juga lebih sering mengajak siswa berdiskusi, memberikan contoh-contoh nyata, serta menggunakan metode pembelajaran kreatif yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif.
Secara keseluruhan, kehadiran mahasiswa PPL di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi peserta didik.
Tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman materi pelajaran, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar, kreativitas, dan semangat siswa dalam meraih cita-cita.
Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran selama satu semester, sebagian besar peserta didik menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memahami isi bacaan, mengemukakan pendapat secara lisan, serta menyusun tulisan dengan struktur yang lebih baik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia selama semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments