SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus B menghadirkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gresik sebagai guru tamu dalam rangkaian kegiatan Pensil Warna hari ke-3, Rabu (15/7/3027).
Kegiatan ini diikuti murid kelas 1-6 yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan telepon genggam secara bijak serta mengenalkan keamanan dalam berselancar di dunia maya.
Perwakilan Diskominfo Kabupaten Gresik, Dinda, menyampaikan materi melalui pendekatan yang interaktif. Ia membuka sesi dengan sebuah narasi tentang seorang anak yang gemar bermain TikTok dan mengunggah video ke media sosial.
Risiko Besar di Balik Internet
Dalam cerita tersebut, anak menerima komentar berisi pujian dari seseorang yang kemudian mengajaknya bertemu. Belakangan diketahui bahwa orang di balik akun tersebut bukanlah anak-anak, melainkan orang asing yang berpotensi membahayakan keselamatan anak.
Cerita tersebut menjadi pengantar untuk mengenalkan berbagai risiko yang dapat muncul apabila anak tidak berhati-hati saat menggunakan internet dan media sosial.
Selama penyampaian materi, Dinda mengajak murid SD Mugres berdiskusi mengenai pengalaman mereka menggunakan internet, baik untuk bermain game maupun mengakses media sosial.
Suasana berlangsung aktif karena para murid diberi kesempatan menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapatnya.
Selain menjelaskan potensi bahaya di dunia digital, Dinda juga mengenalkan rambu-rambu berinternet yang perlu dipahami sejak dini.
Murid SD Mugres diingatkan agar tidak menyebarkan data pribadi, seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, maupun informasi akun media sosial.
Mereka juga diajak untuk tidak membuat komentar yang bersifat negatif serta membiasakan diri menyebarkan hal-hal yang baik dan bermanfaat di ruang digital.
Menggungah antuasias para murid, Dinda mengajak bernyanyi bersama lagu berjudul “Jangan Main HP”. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi bermain peran yang menggambarkan situasi ketika seorang anak dihubungi orang asing di internet.
Dalam simulasi tersebut, Dinda memberikan contoh pertanyaan yang kerap diajukan pelaku kejahatan digital. Seperti menanyakan nama lengkap, nomor telepon, nama pengguna dan kata sandi media sosial, alamat rumah, hingga tanggal lahir.
Para murid kemudian diajarkan cara menolak dan memberikan respons yang tepat apabila menghadapi situasi serupa.
Bekal Bijak Gunakan Teknologi
Kepala SD Mugres Kampus B, Yusuf Wibisono MPd berpendapat bahwa pendidikan literasi digital perlu diberikan sejak usia dini agar anak memiliki bekal dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
“Sikap bijak dalam bermain HP perlu ditanamkan kepada murid SD, melalui kepedulian guru, orang tua, yang senantiasa tegas dan sabar, tekun dalam mendampingi buah hati tumbuh dan berkembang di masa sekarang dan akan datang” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Urusan Kesiswaan SD Mugres Kampus B, Alda Novita Widyasari SPd menilai pengenalan internet kepada anak perlu diimbangi dengan pendampingan dari keluarga.
“Mengenalkan internet pada anak SD sangat penting, namun harus tau batas-batasan dalam menggunakan internet. Selagi internet digunakan untuk menambah ilmu dan edukasi itu sangat bagus. Yang paling utama adalah peran orang tua dalam mengontrol anak anak” ungkapnya.
Sekolah berharap murid tidak hanya memahami manfaat internet sebagai sarana bermedia sosial dan bermain game,
Namun juga memiliki kesadaran untuk menjaga keamanan diri, melindungi data pribadi, serta menerapkan etika yang baik dalam berinteraksi di dunia digital.





0 Tanggapan
Empty Comments