Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) membuka peluang bagi mahasiswa teknik untuk magang di Daihatsu Jepang. Melalui program ini, mahasiswa dipersiapkan menghadapi dunia kerja global dengan standar industri internasional.
Peluang tersebut diperkenalkan dalam Sosialisasi Program Internship Mahasiswa Teknik di Perusahaan Daihatsu Jepang yang digelar di kampus Umsura, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini mendapat perhatian penuh dari pimpinan universitas. Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., hadir bersama para wakil rektor dan jajaran pimpinan Fakultas Teknik sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan internasionalisasi pendidikan.
Program ini menghadirkan Prof. Tulus Winarsunu, M.Si., anggota Tim Global Employability Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yang memaparkan berbagai peluang karier, mekanisme seleksi, hingga persiapan yang harus dilakukan mahasiswa untuk mengikuti program magang di Jepang.
Dalam paparannya, Tulus menjelaskan bahwa internship di Daihatsu bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri, melainkan proses pembelajaran langsung di lingkungan industri yang menerapkan standar kualitas kelas dunia.
“Program internship di Jepang menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa. Mereka akan berhadapan langsung dengan standar industri global, penggunaan teknologi, budaya profesional, dan tuntutan kompetensi yang berbeda dari lingkungan akademik,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang sulit didapatkan di ruang kuliah. Selain mengasah kemampuan teknis di bidang otomotif dan manufaktur, peserta juga akan belajar mengenai disiplin kerja, budaya keselamatan (safety), efisiensi produksi, komunikasi profesional, hingga kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja multikultural.
“Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak dini, mulai dari peningkatan kompetensi teknik, penguasaan bahasa Jepang, kesiapan fisik dan mental, hingga kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja masyarakat Jepang,” papar dia.
Sementara itu, Rektor Umsura Prof. Mundakir menegaskan bahwa program internship internasional menjadi bagian dari strategi universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global.
“Perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan teori di ruang kelas. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang memiliki pengalaman nyata, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memahami kebutuhan industri internasional,” tegasnya.
Umsura, kata Mundakir, mendukung program-program yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional.
“Internship di perusahaan Daihatsu Jepang merupakan peluang yang sangat baik bagi mahasiswa teknik untuk meningkatkan kompetensi, membangun etos kerja, dan memahami standar industri global,” kata Mundakir.
Mundakir berharap mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain memiliki kemampuan akademik yang kuat, mahasiswa juga dituntut menunjukkan integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi yang baik.
“Mahasiswa yang mengikuti program ini membawa nama baik diri sendiri, keluarga, dan universitas. Karena itu, mereka harus menunjukkan integritas, tanggung jawab, serta semangat belajar yang tinggi selama menjalani internship di Jepang,” tegasnya.
Dalam sesi sosialisasi, peserta juga mendapatkan penjelasan rinci mengenai proses seleksi, kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, pembekalan bahasa dan budaya Jepang, persyaratan administrasi, hingga pendampingan sebelum keberangkatan.
Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan akademik, profesional, fisik, maupun mental sebelum memasuki lingkungan industri di Jepang.
Mundakir menambahkan, melalui program ini Umsura tidak hanya memperluas jejaring kerja sama internasional, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam meningkatkan global employability lulusan Indonesia.
“Ke depan, kami berkomitmen memperbanyak program internasional, mulai dari pertukaran mahasiswa, pelatihan, kolaborasi riset, hingga internship di luar negeri. Harapannya, mahasiswa tidak hanya membawa pulang pengalaman bekerja di perusahaan global, tetapi juga mentransfer budaya mutu, inovasi, dan etos kerja industri Jepang untuk mendukung kemajuan sektor teknik dan manufaktur di Indonesia,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments