Sebanyak 57 siswa MI Muhammadiyah 06 (MI Musix) Tebluru, Solokuro, Lamongan, mengikuti kegiatan tour dan outing class bertema Kemuhammadiyahan di Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sejarah Muhammadiyah secara langsung melalui kunjungan ke sejumlah lokasi yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan organisasi tersebut.
Peserta kegiatan terdiri atas siswa kelas V dan VI serta beberapa siswa dari kelas lainnya. Selama kegiatan, mereka diajak mengunjungi sejumlah situs bersejarah Muhammadiyah yang berada di Yogyakarta, mulai dari makam KH Ahmad Dahlan hingga Kampung Kauman.
Rombongan memulai perjalanan dari Kompleks Makam Karangkajen, tempat dimakamkannya pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Kepala MI Musix, Hendra Hari Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah Muhammadiyah kepada siswa secara lebih dekat.
“Anak-anak berziarah ke makam KH Ahmad Dahlan agar mereka tahu dan mengerti di mana letaknya, dan seperti apa pusara beliau. Selain itu juga bisa melihat secara langsung beberapa makam tokoh dan pahlawan,” ungkap Hendra.
Menurutnya, Kompleks Makam Karangkajen tidak hanya menjadi tempat peristirahatan KH Ahmad Dahlan, tetapi juga sejumlah tokoh penting Muhammadiyah dan bangsa Indonesia.
Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh dimakamkan di Karangkajen, di antaranya KH Ibrahim, KH AR Fachruddin, Prof. Dr. KH Ahmad Azhar Basyir, dan Prof. Drs. Lafran Pane.
“Penting bagi anak-anak mengerti para tokoh yang banyak berjasa bagi negeri dan Muhammadiyah khususnya,” tambah Hendra.
Setelah dari Karangkajen, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Museum Muhammadiyah yang berada di kompleks Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Di lokasi tersebut, siswa memperoleh penjelasan mengenai sejarah Muhammadiyah melalui berbagai koleksi dan peninggalan yang dipamerkan.
“Hal-hal yang biasanya mereka ketahui hanya dari buku, kini bisa langsung melihat dan mendapat penjelasan langsung. Sehingga dapat dengan mudah memahami sejarah Muhammadiyah dari awal hingga sekarang melalui museum,” terang pria yang juga anggota MPID PWM Jawa Timur tersebut.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke kawasan Kauman, Yogyakarta, yang dikenal sebagai tempat lahirnya Muhammadiyah. Setibanya di halaman Masjid Gedhe Kauman, rombongan disambut oleh Paramasatya Achmad, pengelola sekaligus keturunan keempat KH Ahmad Dahlan.
“Dengan didampingi Mas Achmad, anak-anak diajak menyusuri Kauman, kampung tempat lahirnya Muhammadiyah, serta diberikan wawasan dan informasi sejarah langsung di tempatnya,” ungkap Hendra.
Di Langgar Kidul, para siswa mendapatkan materi mengenai perjuangan KH Ahmad Dahlan, termasuk sejarah perubahan arah kiblat, fungsi langgar, serta sekolah pertama yang didirikan Muhammadiyah.
Salah seorang peserta, Shaloom, mengaku memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
“Sangat menarik, dan lebih mudah memahami materi daripada saat di kelas. Apalagi bisa langsung melihat tempatnya, sangat berkesan,” ungkap Shaloom.
Setelah mengunjungi Langgar Kidul dan Masjid Gedhe Kauman, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi kawasan Malioboro. Para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal suasana kota Yogyakarta sekaligus membeli oleh-oleh.
Menurut Hendra, kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran luar kelas yang memadukan unsur edukasi, sejarah, dan penguatan nilai Kemuhammadiyahan.
“Ini merupakan kali pertama dilakukan dan hal baik, di mana outing class dan rekreasi bukan hanya bermain, tetapi ada sisi edukasi. Semoga dapat menambah wawasan dan menjadi sarana pengkaderan bagi anak-anak,” tutup Hendra yang juga menjabat sebagai Sekretaris PCPM Solokuro. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments