Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Kelompok 22 sukses menggelar acara sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dirangkaikan dengan malam penutupan masa pengabdian masyarakat di Desa Banjarkejen, pada Rabu (5/8/2026).
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 60 orang peserta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran perangkat desa mulai dari Kepala Desa (Lurah) dan Kepala Dusun (Kasun), tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, warga sekitar, juga mahasiswa KKN Kelompok 22 beserta dosen pembimbing lapangan.
Pemanfaatan Limbah Daun Mangga Kering
Rangkaian acara diawali dengan sosialisasi TTG berupa pengenalan inovasi “Smart-Char”, yaitu sebuah Alat Terpadu Pengering dan Karbonisasi Daun Mangga Berbasis Sirkulasi Panas. Inovasi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam setempat dengan mengubah limbah daun mangga menjadi produk bernilai guna tinggi berupa bio char (arang).
Presentasi utama dibawakan langsung oleh Ketua Kelompok 22 KKN Umsura, M. Noval Adji. Untuk memberikan pemahaman praktis kepada warga, pemaparan tersebut dilanjutkan dengan sesi demonstrasi alat secara langsung yang dipandu oleh dua anggota KKN, yakni Taufiqul Hakim dan David Iqbal.
Edukasi yang diberikan mencakup informasi yang komprehensif, mulai dari definisi alat, pengenalan komponen, pemaparan desain (blueprint), mekanisme cara kerja, hingga penjelasan detail mengenai komposisi dan proses pembuatan bio char. Warga tampak antusias menyimak potensi pemanfaatan daun mangga yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Umsura Kelompok 22, Ir. Ponidi, ST., MT., IPM, Asean.Eng, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan program kerja tersebut. Menurutnya, inovasi yang dihadirkan mahasiswa merupakan bentuk implementasi nyata dari ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan.
“Inovasi Smart-Char ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga hadir memberikan solusi teknologi konkret bagi potensi di desa ini. Saya sangat bangga melihat kelompok 22 mampu meninggalkan jejak yang bermanfaat sekaligus merangkul masyarakat dengan sangat baik,” ungkapnya.
Suasana Haru di Penghujung Masa Pengabdian
Setelah sesi peluncuran TTG selesai, agenda dilanjutkan dengan seremoni penutupan resmi program KKN Umsura Kelompok 22 di Desa Banjarkejen.
Sebagai puncak acara sekaligus bentuk kenang-kenangan dari mahasiswa, dilakukan pemutaran film dokumenter yang menampilkan profil Desa Banjarkejen, dilanjutkan dengan penayangan video rekapitulasi kegiatan (after movie) KKN Kelompok 22.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi antusiasme akademis seketika berubah menjadi khidmat dan haru. Penayangan after movie yang merangkum berbagai momen kebersamaan, gotong royong, dan interaksi antara mahasiswa dengan warga desa selama masa pengabdian berhasil menyentuh emosi para hadirin. Sejumlah warga dan mahasiswa tampak berkaca-kaca menyaksikan tayangan tersebut, hal ini menutup rangkaian acara dengan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat.
Menutup rangkaian acara yang berkesan tersebut, Ir. Ponidi, ST., MT., IPM, Asean.Eng juga memberikan pesan terakhir sebagai harapan untuk keberlanjutan program dan hubungan dengan warga desa.
“Harapan saya, inovasi Smart-Char ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh warga Desa Banjarkejen untuk mendorong kemandirian masyarakat. Walaupun masa pengabdian secara formal telah usai, semoga tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antara mahasiswa dan warga desa tetap terus terjaga dengan baik ke depannya,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments