Komitmen mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro dalam memberdayakan masyarakat kembali diwujudkan melalui peluncuran program inovatif berbasis ekonomi sirkular bertajuk “Tari Modus Leting” di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro (31/7/3036).
Program ini menjadi salah satu unggulan KKN yang mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Tim KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro dan Pemerintah Desa Jatiblimbing sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program di tingkat masyarakat.
Membangun Kemandirian Melalui Ekonomi Sirkular
“Tari Modus Leting” merupakan akronim dari tiga program utama yang saling terintegrasi, yaitu:
- TARI (Ternak Ayam Mandiri), yaitu budidaya ayam petelur skala rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
- MODUS (Modal Usaha Sampah), yaitu pengelolaan sampah plastik dan botol bekas yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menjadi sumber modal usaha bagi masyarakat.
- LETING (Lele Terintegrasi Gizi), yaitu budidaya ikan lele yang dipadukan dengan pemanfaatan tanaman Azolla sebagai pakan alami bernutrisi tinggi guna menekan biaya produksi.
Ketiga program tersebut dirancang membentuk siklus ekonomi sirkular, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui program ini, masyarakat diajak memilah dan mengumpulkan sampah plastik yang kemudian dijual kepada pengepul.

Hasil penjualan dimanfaatkan sebagai modal pembelian bibit ayam petelur, bibit lele, pakan, serta kebutuhan budidaya lainnya.
Tidak berhenti di situ, limbah dapur rumah tangga juga dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ayam, sedangkan tanaman Azolla dibudidayakan sebagai sumber pakan alami ikan lele yang kaya protein.
Hasil panen telur dan ikan lele selanjutnya dimanfaatkan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, ibu hamil, serta konsumsi keluarga sebagai upaya mendukung pencegahan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat.
Melalui konsep tersebut, program ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, mulai dari lingkungan desa yang lebih bersih, peningkatan gizi keluarga, hingga bertumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.
Sebagai langkah awal implementasi, Tim KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro memberikan bantuan berupa 5 ekor ayam petelur jenis Elba, 50 ekor bibit lele, pakan, serta vitamin pendukung kepada warga yang menjadi lokasi percontohan (pilot project).
Penanggung Jawab Program, Thoyiba Wahyu Famelia, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan KKN semata, tetapi diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang terus berkembang di masyarakat.
“Melalui program Tari Modus Leting, kami ingin menghadirkan sebuah contoh nyata bahwa pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, dan peningkatan gizi masyarakat dapat berjalan beriringan. Harapannya, masyarakat mampu mengembangkan program ini secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Jatiblimbing menyampaikan apresiasi atas inovasi yang diinisiasi mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro.
Program ini dinilai mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Tari Modus Leting diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, STIKES Muhammadiyah Bojonegoro terus berupaya menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan menuju desa yang mandiri, sehat, produktif, dan berdaya.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments