Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN T 15 Umsida Olah Sampah Plastik Menjadi Paving Block Bernilai Ekonomi

Iklan Landscape Smamda
KKN T 15 Umsida Olah Sampah Plastik Menjadi Paving Block Bernilai Ekonomi
Pembuatan paving block dari limbah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu Kelompok 15 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN-T 15 Umsida) menggelar edukasi dan pelatihan pembuatan paving block dari limbah plastik di Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (2/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan anggota Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga Desa Wonoplintahan. Para peserta mempelajari tahapan pengolahan sampah plastik, mulai dari pemilahan hingga proses pencetakan menjadi paving block.

“Program ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya mahasiswa dalam mengenalkan alternatif pengelolaan limbah yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat,” kata Ketua KKN-T 15 Umsida, Lia Okky Sabrina.

Selain membantu mengurangi sampah, imbuhnya, hasil pengolahannya diharapkan dapat digunakan sekaligus dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Sampah Plastik Dikenalkan sebagai Bahan Paving Block

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Peserta juga mendapat penjelasan bahwa limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan apabila dipilah dan diolah menggunakan metode yang tepat.

“Setelah sesi edukasi, kami mengajak peserta mengikuti praktik pembuatan paving block secara langsung,” ujar Lia.

Tahap pertama dimulai dengan memilah sampah plastik yang akan digunakan sebagai bahan utama. Sampah tersebut kemudian dilelehkan sebelum dicampurkan dengan pasir.

Campuran yang telah siap dimasukkan ke dalam cetakan hingga membentuk paving block. Mahasiswa KKN T 15 Umsida mendampingi peserta selama proses berlangsung agar setiap tahapan dapat dipahami dengan baik.

Diskusi juga berlangsung ketika warga menanyakan bahan, proses pengolahan, serta kemungkinan pemanfaatan hasil produksi. Lia menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk menunjukkan bahwa sampah plastik masih dapat diolah menjadi barang yang berguna.

“Melalui inovasi ini, kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah, mengumpulkan, dan memanfaatkan limbah plastik menjadi paving block yang kuat, fungsional, serta ramah lingkungan,” ujarnya.

Buka Peluang Pengelolaan Berkelanjutan

Selama ini, sampah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan karena sulit terurai. Apabila tidak dipisahkan dan ditangani dengan tepat, limbah tersebut dapat terus menumpuk di sekitar permukiman.

SMPM 5 Pucang SBY

Melalui praktik pembuatan paving block, warga dikenalkan pada salah satu cara untuk mengurangi jumlah plastik yang dibuang. Pemilahan sejak awal menjadi langkah penting agar sampah yang masih dapat dimanfaatkan tidak tercampur dengan limbah lainnya.

Program tersebut juga mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sampah dari lingkungan terdekat. Sampah plastik rumah tangga dapat dikumpulkan sebelum memasuki tahapan pengolahan.

Menurut Lia, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga pada perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah.

“Kami harap program ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular di masyarakat,” tuturnya.

Dengan konsep tersebut, bahan yang sebelumnya dibuang dapat kembali masuk ke dalam proses produksi. Hasilnya bukan hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikembangkan secara konsisten.

Sampah Plastik Jadi Pengalaman Baru bagi Warga

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik dan diskusi. Warga mengikuti proses pembuatan dari tahap awal hingga paving block selesai dicetak.

Ketua Karang Taruna Desa Wonoplintahan, Candra, mengapresiasi kegiatan yang memberikan pengalaman baru bagi pemuda dan masyarakat desa.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi kami. Ternyata sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi paving block yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi,” katanya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat diterapkan secara bersama-sama oleh Karang Taruna dan masyarakat Desa Wonoplintahan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 03/08/2026 20:56
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu