Hubungan kerja sama antara Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Malaysia dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) terus menunjukkan tren positif. Kolaborasi yang telah terjalin sejak tahun 2019 ini kini berkembang semakin erat melalui berbagai program akademik dan pengabdian masyarakat berskala internasional.
Perwakilan dari UTAR Malaysia, Keneth Lee Tze Wui, M.Com., mengungkapkan bahwa benih kerja sama ini bermula sebelum pandemi COVID-19. Saat itu, pihaknya memulai proyek awal bersama Dr. Poppy, Dekan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) UMSIDA. Sejak saat itu, sinergi kedua institusi terus merambah ke berbagai bidang.
“Selama beberapa tahun terakhir, saya telah berpartisipasi dalam beberapa program international student excursion di UMSIDA. Ini adalah kunjungan ketiga saya ke kampus ini, dan keempat kalinya saya mengikuti kegiatan serupa bersama UMSIDA,” ujar Keneth di sela-sela kegiatan Seminar Internasional sekaligus penandatanganan kerjasama dan student exchange di Aula Mas Mansyur Kampus 1 Umsida, Senin (20/4/2026).
Sejauh ini, implementasi kerja sama tidak hanya terbatas pada kunjungan mahasiswa, tetapi juga mencakup penelitian bersama (joint research) dan penyelenggaraan kuliah tamu. Keneth berharap kemitraan ini dapat terus diekspansi, terutama di level pendidikan yang lebih tinggi.
Ia menyebutkan bahwa delegasi UTAR baru-baru ini telah mengunjungi UMSIDA untuk membahas kerja sama lebih lanjut di bidang pendidikan pascasarjana.
“Semoga ke depannya, kita juga dapat saling mengirim mahasiswa kedokteran antara UMSIDA dan UTAR,” tambahnya.
Program Inklusif
Dalam kunjungannya kali ini, Keneth secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan koordinasi tim UMSIDA. Menurutnya, mengelola ratusan mahasiswa dalam agenda internasional bukanlah perkara mudah.
“UMSIDA benar-benar luar biasa. Setiap kali saya datang, UMSIDA mampu mengoordinasikan ratusan mahasiswa ke berbagai lokasi seperti Bromo, Semarang, hingga Bali dalam dua tahun terakhir. Ini hanya bisa dilakukan oleh tim yang sangat berpengalaman dan terkoordinasi dengan baik,” tegasnya.
Program excursion kali ini pun tampak semakin inklusif dengan melibatkan staf dan mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya India, Filipina, Malaysia, dan Thailand. Keneth mengaku selalu memberikan testimoni positif kepada rekan sejawatnya mengenai kualitas dan keramahan yang diberikan oleh kampus pencerahan ini.
Sementara itu, Head of Cooperation and International Relations UMSIDA, Isna Fitria Agustina, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi internasional merupakan keharusan bagi sivitas akademika untuk mengembangkan diri. Saat ini, Prodi Administrasi Publik di bawah Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) tengah menjadi motor penggerak dengan menjalankan serangkaian kegiatan strategis.
”Kami memang selalu mendorong prodi maupun sivitas akademika untuk selalu mengembangkan diri, termasuk bekerja sama dengan lembaga maupun perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di luar negeri,” ujar Isna.
Memperkaya Wawasan Mahasiswa dan Dosen
Kegiatan internasionalisasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek fundamental pendidikan, mulai dari penguatan kurikulum hingga optimalisasi fungsi laboratorium. Program ini juga melibatkan kehadiran profesor dari luar negeri (visiting professor) untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen.
Isna menekankan bahwa salah satu indikator penilaian dalam kriteria keunggulan sebuah program studi adalah kemampuan untuk melebihi standar perkembangan keilmuan di dalam kelas. Hal inilah yang mendasari pentingnya kemitraan strategis global.
”Untuk mencapai itu, diperlukan kerjasama dengan universitas di luar negeri. Saat ini, universitas dari Filipina dan beberapa kampus dari Thailand sedang melakukan kerjasama intensif dengan Prodi Administrasi Publik Umsida,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kurikulum di laboratorium Prodi Administrasi Publik dapat terus beradaptasi dengan tren global, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki daya saing internasional dan relevansi yang kuat terhadap perkembangan keilmuan terbaru. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments