Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perkuat Mutu PAUD, PW IGABA Jatim Gaungkan Pembelajaran Mendalam dalam Turba Wilker VI

Iklan Landscape Smamda
Perkuat Mutu PAUD, PW IGABA Jatim Gaungkan Pembelajaran Mendalam dalam Turba Wilker VI
Syamsul Sodiq saat memberi materi di turba PW IGABA Wilker VI di Tuban. (Rahma Yulia Isnaini/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Wilayah Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (PW IGABA) Jawa Timur melaksanakan Turba Wilayah Kerja (Wilker) VI di Gedung Wijaya Kusuma KSPKP Tuban, Senin, (20/4/2026). Hadir sebagai narasumber workshop dalam turba wilker VI adalah Prof Dr Syamsul Sodiq MPd yang memberi materi Akselerasi Tata Kelola PAUD Aisyiyah: unggul, inovatif, dan berkemajuan.

Dalam paparannya, Syamsul mengajak guru PAUD Aisyiyah untuk memaksimalkan pembelajaran yang artinya guru PAUD Aisyiyah harus terus belajar sehingga menjadikan sekolah tersebut sebagai sekolah yang unggul.

Lebih lanjut guru besar Unesa ini mengajak kepada peserta untuk merenungi problematika yang dialami guru di sekolah Aisyiyah. Setiap guru PAUD Aisyiyah pasti pernah mengalami problem, dan berusaha mencari solusi untuk mengatasi problematika tersebut.

“Dengan dasar problematika tersebut, guru bisa melakukan refleksi yang berguna untuk meningkatkan pembelajaran,” tutur Syamsul.

Salah satu wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Gresik ini mengutip teori pembelajaran yang dicetuskan oleh Tony Buzan. Anak terlahir dengan 100% kreativitas. Ketika masuk TK, anak mempunyai bekal 95–98% kreativitas. Guru atau orang dewasa mempunyai kreativitas sebesar 20%.

“Bisa-bisa guru sedang meningkatkan kreativitasnya karena mengajar anak-anak. Kalau demikian kita sebagai guru harus menjaga anak-anak, jangan sampai mereka tersakiti hatinya,” papar Syamsul.

Pembelajaran Mendalam

Teori pembelajaran yang sedang dikembangkan sekarang adalah pembelajaran mendalam. Di pembelajaran mendalam, anak diajak untuk berpikir bukan untuk menghafal. Mereka mulai belajar dengan beberapa hal yang mereka kuasai. Hal ini yang akan menjadikan anak meletup pemahaman dan mengembangkan pengetahuannya.

Syamsul memberi contoh ketika guru mengajak anak memahami kandungan surat Al Fil. Pada awalnya guru akan memberi sebuah gambar burung. Murid diminta mengungkapkan pendapatnya tentang burung tersebut. Kemudian guru menunjukkan gambar gajah dan murid mengungkapkan pendapatnya. Juga gambar Kabah, gambar onta, gambar Padang pasir.

Kemudian semua gambar tersebut dijadikan satu dalam satu lembar, murid memberikan pendapatnya. Murid akan berpikir, dan akhirnya akan terjadi pembelajaran kandungan surat Al Fiil yang menggambarkan pasukan gajah yang menyerang kabah, kemudian dikalahkan oleh burung ababil.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Masih banyak contoh pembelajaran yang bisa diterapkan oleh guru untuk mengajak anak berpikir secara mendalam.” ujarnya.

Untuk memberikan contoh tersebut, guru harus selalu belajar.

TK Aisyiyah sudah berdiri selama 103 tahun, sedangkan IGABA sudah berusia 28 tahun. “Secara usia sudah matang, meski demikian belajar harus tetap dilakukan.”

Selain itu guru PAUD Aisyiyah harus bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan teman sejawat, stakeholder yang ada di sekolah. Pola komunikasi guru Aisyiyah disertai dengan ketulusan dan keikhlasan.

“Sinergi, kolaborasi, komunikasi ini yang akan membuat guru PAUD Aisyiyah mudah berinovasi,” papar Syamsul.

Sebagai penutup Syamsul juga mengajak guru PAUD Aisyiyah sebagai Daiyah. Sekolah tidak hanya digunakan sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sarana untuk berdakwah.

“Salah satu ciri guru Aisyiyah yang berkemajuan adalah guru Aisyiyah bisa menjadi da’i yang mendakwahkan nilai-nilai Al Islam,” tutup Syamsul. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 21/04/2026 22:30
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡