Semangat para peserta pelatihan dan penguatan literasi dan numerasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar oleh Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran pada Selasa (5/5/2026) tampak begitu antusias. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.
Pelatihan dan penguatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Mamsaka dan [Marshall Cavendish Education Singapore](httbersama Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi melalui pendidikan berbasis AI.
Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, bapak dan ibu guru dikenalkan sekaligus dilatih dalam penggunaan aplikasi Scribo berbasis AI.
Aplikasi ini lebih fokus pada penguatan kemampuan literasi siswa, mulai dari membaca, memahami teks, hingga menganalisis isi bacaan. Para guru diajak mencoba berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut secara langsung sehingga mereka dapat memahami cara penerapannya dalam pembelajaran di kelas.
Sementara itu, pada sesi kedua guru-guru mata pelajaran eksak seperti Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi diperkenalkan dengan aplikasi Cerebry AI.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan numerasi siswa melalui latihan-latihan berbasis analisis kemampuan dan pemetaan pemahaman peserta didik.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para guru tampak berdiskusi mengenai strategi pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Tidak sedikit peserta yang mencoba langsung membuat simulasi pembelajaran menggunakan fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi tersebut.
Kepala Mamsaka, Purwanto, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia guru di tengah perkembangan teknologi pendidikan yang semakin pesat.
Ia menegaskan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi berbasis AI yang kini mulai banyak diterapkan di dunia pendidikan.
Menurutnya, teknologi tidak hadir untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan karakter generasi saat ini.
“Melalui pelatihan ini kami berharap bapak dan ibu guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi siswa. Guru harus terus belajar dan berkembang agar mampu memberikan layanan pendidikan terbaik,” ujarnya.
Ia juga berharap kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi dapat terus dilakukan demi menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berdaya saing global di lingkungan Mamsaka.





0 Tanggapan
Empty Comments